Minggu, 19 April 2026

Berita Sabang

Jalan ke Lokasi Wisata Iboih dan Nol Kilometer Sabang Terputus

Di lokasi itu material tanah lumpur dan bebatuan menutupi ruas jalan, bahkan sebagian ruas jalan amblas, pagar besi pembatas jalan rusak parah, tiang

Penulis: Redaksi | Editor: Muliadi Gani
For Serambinews.com
Jalan menuju Kilometer Nol Sabang, Aceh terputus akibat hujan deras dan pohon tumbang, Senin (30/1/2023) dini hari 

PROHABA.CO, SABANG – Akibat diguyur hujan lebat sejak Minggu (29/1/2023) siang hingga Senin (30/1/2023) dini hari, jalan menuju ke wisata Iboih Kota Sabang tertimbun longsor dan pohon tumbang, sehingga mengakibatkan akses utama menuju daerah wisata itu hingga tugu nol kilometer Indonesia lumpuh total.

Akibatnya, belasan titik ruas jalan tertimbun tanah longsor, pohon tumbang, sekaligus banjir yang menerjang permukiman penduduk.

Lokasi tanah longsor paling parah di wilayah Ujong Murong hingga Panton Gapang.

Di lokasi itu material tanah lumpur dan bebatuan menutupi ruas jalan, bahkan sebagian ruas jalan amblas, pagar besi pembatas jalan rusak parah, tiang listrik dan telekomunikasi juga tumbang. 

Sementara itu, jalan di kawasan menuju destinasi wisata kilometer nol Indonesia juga terputus akibat derasnya hujan dan pohon tumbang, sehingga tidak bisa dilintasi sepeda motor, apalagi mobil.

Akibatnya banyak wisatawan yang ingin ke Km Nol maupun masyarakat harus putar arah kembali.

Baca juga: Akses Jalan Menuju Iboih Hingga Nol Kilometer Sabang Terputus

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Sabang, Budiman, MSi, saat dikonfirmasi Serambinews.com, Senin (30/1/2023) mengatakan dalam peristiwa bencana alam tersebut, tidak ada korban jiwa, namun dengan terjadinya longsor di sejumlah titik, mengakibatkan aktivitas warga menjadi terganggu.

"Korban jiwa tidak ada," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pihaknya masih terus mendata jumlah titik longsor di Sabang, serta korban terdampak. 

Saat ini yang sudah terdata daerah yang mengalami longsor, seperti Krueng Raya jalan menuju Paya Seunara, tanjakan ujong Sikundur,Tinjau Alam, dan Jalan Ujong Meurong menuju Gapang.

Tanah longsor paling parah di kawasan Ujong Meurong serta jalan menuju Km Nol yang putus.

“Untuk longsor yang ringan-ringan sudah kita tangani bersama TNI/Polri.

Saat ini alat berat juga sudah menuju ke sana, karena penanganan tidak bisa kita lakukan secara manual,” katanya.

Atas kejadian itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait, sehingga aktivitas warga bisa normal kembali atau jalan tersebut bisa dilalui sementara waktu.

Baca juga: Longsor di Geunie Tangse Tutupi Badan Jalan Nasional Sepanjang 50 Meter

"Kondisi saat ini untuk akses jalan menuju Km Nol yang putus belum bisa dilewati, masih dalam upaya perbaikan menggunakan jalan alternatif," katanya.

Budiman mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak bencana alam yang dapat ditimbulkan dari hujan intensitas tinggi musim ini.

"Warga kita imbau tetap waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti banjir dan tanah longsor," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sabang, Luqmanul Hakim, ST, MT, mengatakan longsor ini diakibatkan tak bisa menahan derasnya aliran air.  

“Kami dari pihak PUPR dibantu pihak Balai Provinsi sudah melakukan pembersihan di sejumlah titik akibat longsor dan pohon tumbang menggunakan alat berat.

Alhamdulilah sudah bisa dilalui oleh masyarakat,” katanya,

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait akses jalan menuju Km Nol yang putus, perbaikan jalan akan ditangani oleh Balai Jalan Nasional, sebab akses jalan ini masuk jalan nasional. 

Baca juga: Truk Tangki CPO Tergelincir di Jalan KM 80 Laweung

Baca juga: Detik-detik Truk Tangki CPO 23 Ton Terguling

“Kita akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar segera diperbaiki,”  jelasnya.

Ia mengaku, pihaknya akan terus memantau tindak lanjut penanganan longsor, sebab jangan sampai nanti menghambat dan terjadi hal yang tak diinginkan. 

“Hingga kini, petugas sudah mengatasi sembilan titik longsor, mulai sepanjang jalan Krueng Raya menggunakan alat berat, sehingga untuk sementara arus lalu lintas sudah lancar digunakan oleh masyarakat” tutupnya.

Anto (26), wisatawan asal Kuta Cane saat dijumpai Serambinews.com, Senin (30/1/2023), mengatakan ia bersama tiga temannya datang jauh-jauh dari Kutacane ingin liburan ke Sabang.

Tapi apa hendak dikata, musibah itu terjadi. 

“Saya sudah diingatkan oleh warga setempat, cuma saya ingin melihat sendiri,” tuturnya. (ap)

Baca juga: Hujan Sebabkan Longsor di Bener Meriah, Sebagian Jalan Ditutupi Batu Gunung

Baca juga: Selingkuh di Hotel, Seorang Ibu Digerebek Anaknya Sendiri

Baca juga: Santri di Ciamis Nikah Massal Diantar Mobil ‘Tahanan Mertua’

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved