Luar Negeri
Peneliti Cina Ubah Sperma Jadi Gelas Plastik Ramah Lingkungan
Para peneliti di Universitas Tianjin Cina berhasil mengembangkan plastik ramah lingkungan (biodegradable) yang berasal dari sperma ikan salmon ...
PROHABA.CO, TIANJIN - Para peneliti di Universitas Tianjin Cina berhasil mengembangkan plastik ramah lingkungan (biodegradable) yang berasal dari sperma ikan salmon dan minyak sayur.
Plastik ini diciptakan dengan mengekstraksi untaian asam deoksiribonukleat (DNA) dari sperma salmon dan melarutkan materi genetik dalam air dengan ionomer, sejenis polimer yang biasa ditemukan dalam perekat.
Formula tersebut menghasilkan gel yang cukup lentur untuk dicetak dalam berbagai bentuk. Bahan itu kemudian dibekukan sampai kering untuk mengatur bentuknya.
Dikutip dari New York Post, Rabu (1/12/2021), eksperimen mereka menjadi mug yang tampak kusut, serta potongan puzzle, semuanya terbuat dari apa yang mereka sebut “plastik berbasis DNA.
” Hasilnya terlihat dan terasa agak seperti plastik, tetapi menghasilkan kurang dari 5 persen emisi karbon selama pembuatan plastik polistiren biasa, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of American Chemical Society.
Baca juga: Meski Sering Disiksa, Wanita Cina Tak Ingin Tinggalkan Suami Ganteng
Baca juga: Kisah Mahasiswi Nyamar Jadi Pelakor Demi Penelitian Soal Perselingkuhan Suami
“Sepengetahuan kami, plastik DNA yang kami laporkan adalah bahan yang paling ramah lingkungan dari semua plastik yang dikenal,” kata pemimpin peneliti Dayong Yang, yang diwartakan The Times of London pada akhir November 2021.
Tim Yang mengatakan, penemuan mereka “menunjukkan keunggulan yang jelas dalam hal biodegradabilitas, produksi produk sampingan, emisi (karbon), konsumsi energi, dan kualitas pemrosesan,” tulis mereka dalam laporannya.
Penelitian mereka muncul ketika para ilmuwan berjuang menemukan solusi untuk mengurangi sampah plastik.
Di Amerika Serikat saja, lebih dari 30 juta ton plastik dibuang setiap tahun dan hanya 8 persen yang didaur ulang, menurut laporan 2019 oleh Koalisi Polusi Plastik.
Sebagian besar sisanya berakhir di tempat pembuangan sampah, sementara 1 hingga 2 juta ton lainnya berserakan di darat dan di air, pecah menjadi mikroplastik, kemudian dikonsumsi oleh hewan dan manusia. Tragis. (kompas.com)
Baca juga: Ingin “Sogok” Tuhan, Pejabat Uganda Dimakamkan Bersama Tumpukan Uang
Baca juga: Ini 3 Bahan Alami Cara Membuat Ramuan Obat Kuat Pria
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Tampilan-gelas-plastik-yang-terbuat-dari-sperma-ikan-salmon.jpg)