Rohingya Masuk Aceh
UNHCR Tunggu Keputusan Pusat, Warga Minta Rohingnya Segera Angkat Kaki dari Aceh
Pihak UNHCR akan menyurati pihak pemerintah pusat, untuk segera menanggapi tuntutan warga yang menolak menerima pengusngsi Rohingya di Lhokseumawe.
Penulis: Dedek Sumarnim | Editor: Jamaluddin
“Kami menyambut baik semua komitmen dan tuntutan. Kami akan segera menyurati pemerintah pusat untuk segera menanggapi tuntutan tersebut. Kami berharap semua pihak dapat membantu dan bekerja sama dengan baik,” jelasnya.
PROHABA.CO, LHOKSEUMAWE – Warga yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Menggugat (AMM) di Lhokseumawe meminta Rohingya segera angkat kaki dari Aceh.
Staf UNHCR, Hendrik C Therik, saat menanggapi tuntutan warga Desa Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, sempat terjadi dialog antara kedua belah pihak.
Dalam dialog itu terjadi perdebatan panas dan saling mempertahankan prinsip soal keberadaan ratusan Rohingya yang terdampar ke Aceh.
Tak hanya itu, warga juga langsung mengultimatum UNHCR yang intinya meminta Rohingya segera angkat kaki dari Aceh.
Mendapat kecaman dan penolakan tersebut, Hendrik menanggapinya dengan santai.
Ia mengatakan, UNHCR hanya melakukan tugas sesuai arahan dan intruksi pihak pusat.
“Petugas UNHCR bekerja karena undangan pemerintah pusat yang meminta kehadiran UNHCR untuk menangani masalah Rohingya.
Mengingat hal itu, kami tidak bisa menjawab dan memastikan semua komitmen yang tidak ada dasar hukum dan tetap menjalan tugas sesuai permintaan pusat,” ucap Staf UNHCR, Hendrik C Therik, dikutip dari Serambinews.com, Kamis (7/12/2022).
“Apalagi, dalam penanganan Rohingya membutuhkan proses yang memakan waktu untuk melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait di daerah,” tambah Hendrik.
Mendengar hal itu, Koordinator Aksi Beni Murdant spontan panas dan kembali melabrak Hendrik dengan menuding jawaban UNHCR terlalu banyak menggunakan alasan dan kata-kata untuk membodohi warga.
Bila UNHCR menolak tuntutan warga, sambung Beni, maka warga akan melakukan aksi kembali dengan mengumpulkan massa yang lebih banyak lagi dan kemudian dengan terpaksa akan mengusir warga Rohingya dan UNHCR.
Mendapat kecaman keras, akhirnya Hendrik menyatakan bahwa selaku perwakilan UNHCR, pihaknya menyambut baik semua tuntutan warga.
UNHCR akan menyurati pemerintah pusat untuk segera menanggapi tuntutan warga yang menolak menerima pengungsi Rohingya di Lhokseumawe.
“Kami menyambut baik semua komitmen dan tuntutan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Staf-UNHCR-Hendrik-C-Therik-menanggapi-tuntutan-warga.jpg)