Breaking News:

Menkeu: Jangan Zalimi Orang yang Tidak Bersalah

Menteri Keuangan Agus Martowardojo sudah mengetahui masuknya nama dirinya dalam audit investigasi sementara proyek Hambalang

JAKARTA - Menteri Keuangan Agus Martowardojo sudah mengetahui masuknya nama dirinya dalam audit investigasi sementara proyek Hambalang oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut Agus, jika audit BPK selesai, ia mengharapkan hasilnya bisa dipercaya mengingat badan tersebut diisi oleh orang-orang kredibel. Ia berharap hasil BPK nantinya bukan karena adanya intervensi pihak tertentu dan menjadi penghakiman bagi orang yang tidak bersalah.

“Kami harapkan nanti kalau audit BPK keluar, enggak usah terburu-buru. Yang penting, jangan menzalimi orang yang tidak salah, tetapi orang yang memang salah, harus bisa ditemukan,” ujar Agus usai Rapat Paripurna di DPR, Jakarta, Selasa (23/10).

Jawaban itu disampaikan Agus menyusul pengakuan anggota BPK Taufiequrrahman Ruki di surat kabar nasional tentang adanya intervensi dalam hasil audit yang diserahkan bawahannya mengingat tidak adanya nama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng dan korporasi. Namun, saat dikonfirmasi kembali mengenai intervensi, Ruki membantahnya.

Dalam laporan audit sementara itu, justru ada nama Agus Martowardojo dan Wamenkeu Anny Ratnawati selaku pihak yang bertanggung jawab dari sisi penganggaran proyek tahun jamak (multiyears) tersebut.

Agus mengaku tidak keberatan dengan masuknya namanya dalam laporan audit tersebut. Sebab, ada sekitar 24 ribu proyek di bawah penanganan Kemenkeu.

Karena itu, Agus pun tak keberatan jika nantinya jajaran pejabat Kemenkeu diperiksa lembaga penegak hukum jika ada indikasi pidana. “Jadi, seandainya dilakukan pemeriksaan atau apa, kami sangka baik saja,” kata Agus.

“Untuk Kementerian Keuangan, kami akan bekerja sama, kami juga sudah sampaikan kepada jajaran kami, bahwa semua harus bekerja dengan taat azas, kalau nanti ada yang salah, tentu akan ditindak,” imbuhnya.

Yang utama, sebut Agus, jangan sampai ada intervensi dalam laporan audit BPK proyek Hambalang nantinya sebagaimana pengakuan Taufiequrahman Ruki di suratkabar nasional.

Secara pribadi, Agus mengaku menyayangkan bila benar ada intervensi tersebut mengingat BPK adalah badan auditor tertinggi di Indonesia.

“Kalau pejabat seperti Pak Taufiqurrahman Ruki sebagai mantan Ketua KPK yang kredibel mengatakan ini kelihatannya ada intervensi karena dari bawah saja tulisannya kok seperti ini, dan ini berubah, berubah, ada nama-nama yang harusnya bertanggung jawab atau kontraktor atau suplier yang harus bertanggung jawab, ternyata tidak dicantumkan, ini yang harus dilihat,” tandasnya.(tribunnews.com)

Editor: bakri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved