Breaking News:

PPATK Telusuri Aliran Dana Haji di Kemenag

Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf mengungkapkan, pihaknya mengendus adanya transaksi mencurigakan

JAKARTA- Kepala Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf mengungkapkan,  pihaknya mengendus adanya transaksi mencurigakan dalam penyelenggaraan ibadah haji oleh Kementerian Agama (Kemenag). “Sekarang saya menganalisis cukup banyak. Ada dana tentang ibadah haji,” kata Ketua PPATK M Yusuf di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta Selatan, Selasa (23/10).

Yusuf menjelaskan, dari beberapa transaksi mencurigakan yang muncul, institusinya memfokuskan pada transaksi mencurigakan yang berasal dari dana-dana yang dikumpulkan para jamaah haji di Kementerian Agama.”Kita pengen tahu aliran dana kemana saja peruntukannya,” kata Yusuf. Seperti diketahui, tidak hanya PPATK saja yang mencium adanya pelanggaran dalam penyelenggaraan ibadah haji oleh Kemenag.

KPK sebelumnya juga  mencurigai adanya tindak pidana korupsi dalam tabungan jamaah haji. Pasalnya, bunga tabungan calon jamaah haji Indonesia dikuasai Kemenag. KPK menilai, hal tersebut rawan terjadi  penyimpangan dan berpotensi melahirkan tindak pidana korupsi.

Tidak hanya itu, indikasi terjadinya korupsi di penyelenggaraan ibadah haji pun sempat dilontarkan mantan Menteri Kehakiman, Yusril Ihza Mahendra. Yusri ketika itu mengatakan, bila ingin mengungkap kasus lebih besar di Kemenag, KPK harus fokus menelusuri dana awal setoran haji yang nilainya saat ini mencapai Rp 40 triliun.

Menurut dia, jaamah yang hendak pergi haji harus terlebih dahulu menyetor uang Rp 20 juta dan baru bisa berangkat 10 tahun mendatang. “Sekarang uangnya dimana  kita tidak ketahui. Uang dimanfaatkan untuk apa kita pun tidak tahu. Sekarang  pembayaran uang muka haji itu tidak tahu kemana  pertanggungjawabannya,” ujarnya. (tribunnews.com)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved