Breaking News:

Disbudpar Medan Tertibkan Hiburan Malam

Malam pertama bulan puasa, Pemerintah Kota Medan menurunkan Tim Penertiban Hiburan Malam memberi peringatan

MEDAN - Malam pertama bulan puasa, Pemerintah Kota Medan menurunkan Tim Penertiban Hiburan Malam memberi peringatan keras kepada pengusaha kusuk tradisional dan luluran, dan hiburan malam agar tidak beroperasi selama bulan ramadhan.

Seperti yang dilakukan terhadap pengusaha kusuk tradisional dan luluran KS Setia Budi Oukup di Jalan Setia Budi Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan karena kedapatan tetap beroperasi, Kamis (11/7) dinihari. Pengusaha dinilai telah melanggar Surat Keputusan Wali Kota Medan No.16 Tahun 2013 tanggal 3 April 2003 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Medan No 37 Tahun 2002 terkait penutupan usaha selama bulan suci Ramadhan.

Di samping memberi peringatan keras, tim juga sempat mengamankan 6 orang wanita muda yang diduga sebagai pekerja di KS Setia Budi Oukup. Dari 6 wanita yang diamankan itu, 1 orang diantaranya tidak memiliki KTP. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan, keenam wanita muda itu akhirnya dilepaskan kembali.

Penertiban yang melibatkan unsur gabungan dari Kodim 0201/BS, Denpom 1/5 Medan, Denpom AU, Polresta Medan, Satpol PP serta SKPD terkait dipimpin Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Drs Busral Manan.

Pada saat melakukan penertiban, unsur gabungan ini dibagi menjadi 2 tim. Tim pertama melakukan penertiban tempat hiburan malam di inti kota, sedangkan tim dua menertibkan di pinggiran kota.

Tim pertama mengawali penertiban di kawasan Jalan Setia Budi seperti dalam rilis yang diterima Tribun Medan dari Humasy Pemko Medan. Setelah melakukan penelusuran, tempat hiburan malam maupun oukup tutup semua. Setelah itu tim bergerak menuju Jalan Ring Road dan Jamin Ginting sampai tugu perbatasan Kota Medan dan Deli Serdang, juga tak ada yang buka. Selanjutnya tim memasuki Jalan Setia Budi kembali dari arah Simpang Selayang, pada saat itulah tim mendapati K.S Setia Budi Oukup beroperasi.

Ketika tim hendak memasuki tempat itu, salah seorang pria bertubuh besar yang diduga pengawas mengaku tempat tersebut tutup. Namun tim tidak percaya, sebab tempat oukup itu terang. Tim selanjutnya memeriksa seluruh kamar. Di lantai dua, tim menemukan sorang tamu pria yang diduga sebagai ‘pasien’ oukup tersebut. Sedangkan di lantai tiga, tim berhasil mendapati 6 orang wanita muda. Pria dan keenam wanita muda itu selanjutnya diperiksa dan diminta untuk menunjukkan kartu identitas. Setelah dilakukan pendataan, mereka diperkenankan pulang.

Sekretaris Disbudpar Kota Medan Parlindungan Harahap SH langsung memberi peringatan keras kepada pemilik oukup tersebut.

Pemiliki cukup diminta menutup usahanya selama bulan puasa. “Jika kedapatan buka kembali, tempat ini akan ditutup!” tegas Parlindungan setelah pemilik oukup membuat surat pernyataan untuk menutup usahanya selama bulan Ramadhan.

Sementara itu tim kedua yang dipimpin langsung Kadisbudpar Busral Manan didampingi Kabid Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Fahmi Harahap langsung melakukan penertiban di kawasan Jalan Nibung Raya. Ketika berada di depan Lee Garden (LG), tim sempat berhenti karena lampu depannya menyala. Namun setelah dicek. LG ternyata tutup. Selanjutnya tim menyusuri Jalan Kapten Patimura, tak satu pun tempat hiburan malam maupoun panti pijat yang buka.

Kemudian tim memasuki Komplek Multatuli di Jalan Multatuli. Di tempat ini, tim sempat turun karena melihat dua tempat refkeksi Nano Nao dan Ru Yi Reflexiology terang benderang.

Dari dua tempat itu, tim hanya memasuki Ru Yi refelxiology, sebab Nano Nano diketahui tutup. Sedangkan Ru Yi dicurigai sehingga tim masuk dan naik sampai lantai dua. “Kami tutup, Pak. Mana berani buka, lampu di sini saja mati,” kata salah seorang pria berpostur kecil.

Baik Busral maupun Fahmi tidak saja percaya namun berhubung tidak ditemukan bukti, mereka pun bisa bisa melakukan tindakan tegas. “Kami yakin tempat ini tadi buka. Jadi kami ingatkan sekali lagi, patuhi surat edaran yang telah diberikan.

Selama Ramadhan tempat ini harus ditutup, kami akan terus mengawasi. Jika kedapatan buka, kami akan tindak tegas!” tegas Busral.

Dari Komplek Multatuli, tim selanjutnya bergerak menuju Jalan Pegadaian sampai Yang Lim Plaza. Di kedua lokasi, tempat hiburan malam tutup total. Kemudian tim melanjutkan penelusuran ke Jalan Negara dan Jalan Prof M Yamin , tak satu pun tempat hiburan malam maupun pnti pijat yang buka. Busral menegaskan, tim akan turun setiap harinya guna memastikan tidak satu pun tempat hiburan malam yang beroperasi.(tribunnews)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved