Breaking News:

Pemilik 50 Butir Esktasi Ditangkap di Depan Spa

Polresta Medan meringkus RAR (31), pemilik 50 butir pil ekstasi dari sebuah lokasi di depan diskotik dan spa di Jalan Juanda

MEDAN - Polresta Medan meringkus RAR (31), pemilik 50 butir pil ekstasi dari sebuah lokasi di depan diskotik dan spa di Jalan Juanda, Medan Maimun, Jumat (4/4) malam kemarin. Seluruh barang itu disebut pelaku kiriman dari Bireuen.

Kasat Resnarkoba Polresta Medan Kompol Dony Alexander menjelaskan pelaku sudah lama diintai karena keterlibatannya dalam peredaran narkoba sudah terendus. Setelah dilakukan penyamaran transaksi, pelaku menyanggupi permintaan 50 butir pil ekstasi dan transaksi dilakukan di depan spa.

“Jadi kami sita 50 butir pil ekstasi dari pelaku. Kemungkinan masih ada pil lain yang disembunyikannya,” kata Dony ketika memaparkan kasus itu, Minggu (6/4) kemarin.

Hasil pemeriksaan diketahui seluruh barang itu didatangkan pelaku melalui temannya, A penduduk Bireuen. Dalam pengiriman pertama pelaku mengaku mendapat jatah 150 butir pil ekstasi. Sebanyak 100 butir diakuinya sudah terjual dengan harga bervariasi antara Rp 70 ribu hingga Rp 100 ribu per butir.

“Sasaran jualannya di diskotik. Sudah ada daftar nama diskotiknya sama kita,” terang Dony.

Dalam kesempatan itu Dony juga memaparkan penangkapan tiga jaringan peredaran narkoba Malaysia. Ketiga tersangka yakni, DW (22) warga Jalan Pelita I, Medan Timur serta DO (47) dan RO (41) asal Tulungagung, Jawa Timur hingga kini masih terus diperiksa di Mapolresta Medan. Dari ketiganya disita barang bukti pil ekstasi 380 butir. Seluruh pil candu ini didatangkan ketiganya dari Malaysia.

Kasat Resnarkoba Polresta Medan Kompol Dony Alexander menjelaskan awalnya mereka meringkus DO dalam sebuah penyamaran transaksi di Jalan Adinegoro, Medan Timur, Jumat (4/4) petang. Pelaku kemudian diinterogasi hingga keberadaan dua temannya diketahui.

“Dua pelaku lainnya kami tangkap di sebuah hotel di SM Raja. Waktu penangkapan tidak berselang lama, karena malam itu kita langsung bergerak,” kata Dony.

Banyaknya narkoba yang dimiliki tersangka membuat penyidik menjeratnya Pasal maksimal, yaitu Pasal 114 ayat (2) subs 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.(mad)
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved