Breaking News:

Penyelundup Sabu Dalam Vagina Disidangkan

Tipan Prakusa (27) warganegara Thailand disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (23/9) kemarin

MEDAN - Tipan Prakusa (27) warganegara Thailand disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (23/9) kemarin. Perempuan ini tertangkap tangan  membawa 579,6 gram sabu dari Malaysia.

Saat diadili, perempuan ini didampingi penerjemah, Abdur Rahman, mahasiswa asal Patani, Thailand Selatan.

Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nilma Lubis mendakwa Tipan melakukan perbuatan melawan hukum dan diancam dengan Pasal 113 ayat (2) subsider Pasal 115 ayat (2)  lebih subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memproduksi, mengimpor atau mengekspor narkotika bukan tanaman dengan berat lebih dari 5 gram,” kata jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Gerchat Pasaribu.

Dalam dakwaannya, jaksa menyatakan Tipan ditangkap di Bandara Kualanamu, Rabu 14 Mei 2014 malam. Saat itu dia baru turun dari pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ123 yang membawanya dari Kuala Lumpur.

Petugas bandara curiga dengan gerak-gerik Tipan kemudian menghentikan dan memeriksanya. Ditemukan sabu di dalam dua sol sepatu Adidas merah yang dipakai perempuan ini.

Sesuai prosedur, Tipan kemudian dibawa ke RSU Elisabeth, Medan dan dirontgen. Di dalam liang vaginanya dideteksi bungkusan yang belakangan diketahui berisi sabu dibalut kondom dan dikemas berbentuk kapsul.

Tipan mendapat sabu itu dari Floy, WN Thailand. Dia tidak diberi upah, hanya diberi ongkos 5 lembar pecahan USD 100.

“Total sabu yang dibawanya 579,6 gram,” kata Irawan, petugas Bea Cukai, satu dari dua saksi yang langsung dimintai keterangan pada sidang perdana ini.

Setelah mendengarkan keterangan dua orang saksi, majelis hakim menunda persidangan untuk mendengar keterangan saksi lainnya pada Selasa (30/9) depan.

Seusai persidangan, Abdur Rahman, yang diwawancarai wartawan menyatakan, Tipan mengaku tidak tahu membawa sabu. Ibu satu anak itu mengaku dibawa temannya bernama Floy ke Cina kemudian disuruh ke  Kualalumpur lalu ke Medan.

“Dia mengaku dibius dan dimasukkan benda dalam kemaluannya saat dia tidak sadar. Sepatunya itu baru dipakainya lagi di Kuala Lumpur. Floy ini bersuamikan orang Afrika, kabarnya dia sudah tertangkap di Thailand karena perkara narkotika juga,” kata Abdur Rahman.(lau)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved