Breaking News:

Istri Tewas, Suami Kritis di Tabuyung

Pasangan suami istri (pasutri) Muhammad Nur dan Maskota dibantai pelaku tak dikenal di rumahnya di Desa Tabuyung

MADINA - Pasangan suami istri (pasutri) Muhammad Nur dan Maskota dibantai pelaku tak dikenal di rumahnya di Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/4) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Akibat pembantaian tersebut, Muhammad Nur mengalami luka kritis, sementara istrinya, Maskota meninggal dunia. Saat ini Muhammad Nur sedang mendapat perawatan intensive di Rumah Sakit Permata Madina, Panyabungan.

Naja warga Desa Tabuyung yang juga Keponakan Muhammad Nur yang dikonfirmasi wartawan di RS Permata Madina, Panyabungan, Kamis (9/4) mengatakan, peristiwa pembantaian tersebut terjadi saat listrik padam di Desa Tabuyung.

Awal mula Naja mengetahui peristiwa kejadian ini karena melihat warga ramai-ramai di depan rumah Muhammad Nur. Naja kemudian melihat kedua korban sudah tergeletak di lantai berlumuran darah. Ia dan warga lainnya kemudian melarikan kedua korban ke Rumah Sakit Umum Natal.

Setelah sampai di RSU Natal, nyawa Maskota tidak lagi terselamatkan, sementara Muhammad Nur dirujuk ke RS Permata Madina Panyabungan guna untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

Korban meninggal Maskota dikebumikan di kampungnya di Desa Tabuyung, Kamis (9/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Kapolsek Muara Batang Gadis AKP Agus Maryana yang dikonfirmasi melalui telepon mengakui adanya pembunuhan dengan pelaku belum teridentifikasi di rumah milik Muhammad Nur dan Maskota. “Kita masih menyelidiki kasus ini. Tidak ada harta benda korban yang dibawak kabur oleh OTK,” ungkapnya.

Sementara Teguh W Hasatan warga Tabuyung yang juga Anggota DPRD Madina, berharap aparat kepolisian secepatnya menangkap pelaku. Karena kejadian ini telah membuat trauma warga masyarakat Tabuyung.

“Sampai saat ini warga masih was-was dan trauma dengan kejadian ini, makanya aparat kepolisian kita harapkan untuk bekerja cepat untuk menangkap pelakunya, agar masyarakat di Tabuyung tenang,” harapnya.(*/BS)
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved