Breaking News:

Miliki Ganja, Mahasiswa Ditangkap di Asrama Abdya

Mahasiswa salah satu perguruan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Banda Aceh, TRR (29), dan seorang rekannya YS (29), warga Luengbata

BANDA ACEH - Mahasiswa salah satu perguruan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Banda Aceh, TRR (29), dan seorang rekannya YS (29), warga Luengbata, Kamis (30/4) malam, diamankan aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Krueng Barona Jaya (KBJ), Aceh Besar. Kedua mahasiswa ini ketangkap tangan memiliki 1 gram ganja siap pakai di sebuah kamar di lantai 1 Kompleks Asrama Mahasiswa Aceh Barat Daya (Ipelmabdya), di Lamgapang. 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Zulkifli, mengatakan penggerebekan yang melibatkan sekretaris camat (sekcam) dan sejumlah anggota Koramil KBJ itu, dilakukan sekira pukul 22.00 WIB. Penertiban itu juga ikut melibatkan petugas Satpol PP dan WH Aceh Besar, tuha pheut, serta tokoh pemuda gampong tempat masing-masing asrama mahasiswa itu berada.

Kapolsek KBJ, AKP Asyhari Hendri, mengatakan ada lima asrama mahasiswa di Kecamatan KBJ yang dirazia, yaitu Asrama Mahasiswa Abdya di Lamgapang, Asrama Mahasiswa Sabang di Rumpet, dan Asrama Mahasiswa Aceh Barat di Meunasah Baktrieng. Kemudian Asrama Mahasiswa Aceh Besar serta Asrama Putri  Pidie di Meunasah Papeun.

Dari lima asrama mahasiswa yang dirazia, hanya dari Asrama Mahasiswa Abdya yang diamankan dua orang, yakni TRR, pemilik sekitar 1 gram ganja dan seorang rekannya YS yang mengaku hanya bertamu malam itu.

“Ganja itu kami temukan di bawah meja belajar dan sekitar ranjang tidur dalam kamarnya. Di samping itu, kami juga ikut menyita handphone milik TRR dan YS serta sejumlah amplop kosong yang kami curigai untuk mengisi ganja. Tapi, untuk tindak lanjut kasusnya, TRR dan YS telah kami serahkan ke Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh,” pungkas Asyhari kepada Prohaba, Jumat (1/5).

Ia juga menjelaskan, untuk penertiban di Asrama Putri Pidie, pihaknya ikut melibatkan sejumlah Polwan Polsek KBJ dalam menggeledah kamar mahasiswi-mahasiwi tersebut. Kapolsek KBJ itu menyebutkan, alasan asrama mahasiswa yang menjadi sasaran penertiban karena keberadaan tempat tinggal para mahasiswa dari sejumlah kabupaten/kota di Aceh, selama ini tidak tersentuh sama sekali. Sehingga, apapun aktivitas yang dilakukan dalam asrama tersebut, tidak pernah diketahui oleh unsur muspika setempat, maupun perangkat gampong.

Sementara, sebut Asyhari, berbagai informasi dan pengaduan masyarakat tentang adanya aktivitas yang diyakni menyimpang di dalam asrama kerap diterima pihaknya. Menyikapi keresahan itu, pihaknya mengajak semua pihak terkait untuk terlibat.

“Selain penertiban, kami juga mengimbau semua mahasiswa di asrama-asrama tersebut, agar saling menjaga dan menghargai kearifan lokal desa setempat serta hidup berdampingan dengan warga gampong tempat mereka tinggal,” demikianAsyhari.(mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved