Breaking News:

Calon Polisi Protes ke Rumah Kapolda

Seratusan calon bintara polisi yang sudah dinyatakan gugur seleksi melakukan protes kepada panitia di SPN Polda

* Tuding Ada Kecurangan

MEDAN - Seratusan calon bintara polisi yang sudah dinyatakan gugur seleksi melakukan protes kepada panitia di SPN Polda Sumut, Jumat (29/5) malam. Karena merasa tidak ditanggapi, mereka pun melanjutkan aksinya di rumah dinas Kapolda Sumut di Jalan Walikota, Medan. 

Protes ini dilakukan setelah seratusan peserta yang mengaku sudah lulus psikotes dilarang mengikuti tahapan seleksi berikutnya. Pihak panitia justru menyatakan mereka sudah gugur di fase sebelumnya. Peserta pun menganggap ada “sesuatu” di balik perubahan status itu sehingga merugikan mereka. 

“Kelulusan kami dibatalkan. Kan aneh ini, padahal sudah jelas nama kami ada di pengumuman,” kata Aditya Prabudi (19) salah satu peserta yang protes. 

Beberapa peserta mengaku sudah mencium aroma kecurangan karena pengumuman dikeluarkan pada Kamis (28/5) pukul 04.00 WIB. Sebelumnya mereka diminta berkumpul di gedung serba guna Pemprov Sumut sejak sore sehingga sebab menimbulkan kericuhan kecil. 

Aksi protes ini awalnya mereka lakukan di SPN Polda Sumut di Jalan Bhayangkara, Medan Tembung. Namun karena tak mendapat respon, mereka melanjutkan aksinya di rumah dinas Kapolda Sumut. Aksi di lokasi kedua ini tidak berlangsung lama karena langsung dihalau polisi. Seorang petugas juga menyampaikan kalau Kapolda Sumut sedang tidak berada di tempat, sehingga massa langsung membubarkan diri. 

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Helfi Assegaf menegaskan proses seleksi berjalan sesuai prosedur dan diawasi tim independen eksternal. Tim yang berasal dari LSM dan dosen ini mengawasi setiap detik pelaksanaan seleksi sehingga diyakininya tidak memberikan peluang sedikit pun untuk menyimpang. Ia yakin peserta yang menuding ada kecurangan tidak memerhatikan pengumuman di layar, sehingga ketika melihat ulang di papan pengumuman menganggap dirinya telah “digusur”. 

“Tidak ada peluang sedikit pun untuk menyimpang. Pengawas eksternal kita dari LSM, dosen dan sebagainya yang mengawasi setiap detik pelaksanaan seleksi,” tandasnya.

Menurutnya protes yang dilakukan hingga ke rumah dinas Kapolda Sumut sangat berlebihan. Sebab sejak awal panitia sudah menyediakan meja pengaduan. “Meja pengaduan itu ada di SPN. Jika ada keluhan atau ketidak-jelasan pelaksanaan seleksi, ada petugas yang melayaninya. Jadi jangan mengadu ke bukan tempat selain itu,” kata Helfi, Sabtu (30/5). 

Mengenai jadwal pengumuman yang molor sehingga dicurigai ada permainan oleh sejumlah peserta seleksi, Helfi menganggapnya tidak beralasan. Pada malam itu kata dia, panitia memeriksa hasil ujian sebanyak 4.585 peserta, sehingga dibutuhkan durasi yang panjang untuk mengoreksinya. “Jadi wajar kalau baru selesai jam tiga pagi,” tandasnya. (mad)
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved