Breaking News:

Diamankan, Gerombolan ‘Cina Itam’ Makan dan Berjudi

Personel Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Senin (6/7) siang, menggerebek sebuah ruko di terminal bus

LHOKSEUMAWE - Personel Satpol PP dan WH Lhokseumawe, Senin (6/7) siang, menggerebek sebuah ruko di terminal bus Lhokseumawe yang dijadikan markas oleh gerombolan ‘cina itam’ alias warga awak geutanyoe untuk makan minum dan juga jadi lapak judi kala siang Ramadhan.

Sebanyak 14 orang ‘cina itam’ tertangkap tangan sedang makan minum dan membuka lapak judi di lokasi tersebut. Sedangkan beberapa orang lainnya berhasil kabur saat lokasi itu dikepung dan digerebek Satpol PP.

Berdasarkan informasi diperoleh Prohaba kemarin, sekitar pukul 11.00 WIB  personel Satpol PP dan WH bergerak menuju Terminal Bus Lhokseumawe. Sebelumnya masuk info terdapat orang makan minum di dalam salah satu ruko di terminal itu. Saat petugas tiba tujuh orang sedang makan di dalam ruko langsung diamankan.

Sedangkan di belakang ruko didapati empat orang sedang berjudi jenis kartu joker, namun saat bertugas menuju belakang ruko mereka mencoba melarikan diri. Sehingga sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku, akhirnya satu orang berhasil ditangkap.

Jumlah delapan orang yang berhasil diamankan berserta barang bukti nasi, minuman dan kartu joker. Kemudian mereka digelandang ke kantor Satpol PP dan WH. “Saat ditangkap mereka memang sedang makan di dalam ruko itu,” ujar seorang petugas WH.

Kemudian pukul 13.00 WIB, petugas kembali bergerak di Desa Tumpok Tengoh, di sebuah warung petugas berhasil menangkap enam orang sedang makan minum dan transaksi judi togel. Sedangkan satu orang yang mengenakan baju dinas PNS berhasil melarikan diri saat petugas tiba.

Untuk mengelabui petugas dan warga, warung tersebut dikunci dari depan, sehingga mereka yang tidak puasa masuk melalui pintu belakang. Dari warung tersebut diamankan sejumlah makanan, kertas judi togel dan meja judi.

Kasatpol PP dan WH Lhokseumawe, Irsyadi mengatakan, mereka menyasar tiga lokasi, dan berhasil diamankan 14 orang. Menurutnya petugas akan terus menertibkan para pelanggar syariat selama bulan ramadhan agar memberi kenyamanan pada masyarakat. “Saat ini mereka didata dulu untuk diberi pembinaan,” ujarnya.(mr)
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved