Breaking News:

Polisi Bekuk Penganiaya Pemuda Piyeung

Pihak kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Aceh Besar, berhasil membekuk tiga pemuda

* Cara Kerja Tersangka Ala Mafia

BANDA ACEH - Pihak kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Aceh Besar, berhasil membekuk tiga pemuda yang ditengarai sebagai pelaku penganiayaan terhadap Ikhlas (22) pemuda asal Gampong Piyeung, Kecamatan Montasik, Aceh Besar. Ketiga pelaku yang kini telah jadi tersangka itu dibekuk secara terpisah, Selasa (17/5) malam.

Dari pengungkapan sementara oleh polisi, komplotan penculik Ikhlas itu, bekerja dengan cara ala mafia. Korban terlebih dulu dijemput, lalu dibawa ke gudang kosong, dianiaya secara brutal serta kemudian dicampakkan. Besar kemungkinan, mereka mengira korban Ikhlas telah habis, hingga operasi ala mafia itu mereka pastikan tak terbongkar, karena tanpa saksi. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Ikhlas diduga dianiaya oleh lebih satu orang pada Minggu (15/5) malam. Korban kemudian ditemukan dalam keadaan kritis oleh warga di salah satu lokasi di Gampong Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Korban hingga kini dirawat intensif di RSUZA, lantaran mengalami luka serius berupa luka tusuk di perut bagian kiri, luka bacok di tangan kiri, dan di bagian belakang kepala.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Heru Suprihasto melalui Kasat Reskrim, AKP Machfud kepada Prohaba, Rabu (18/5) mengatakan, ketiga tersangka pelaku adalah KA (21) warga Desa Bineh Blang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, MS (18) warga Desa Santan di kecamatan yang sama, serta Ri (19) warga Desa Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. “Kemarin malam, awalnya kita mewawancarai korban di RSUZA, kita baru bisa wawancara korban, kemarin, karena sebelumnya korban susah untuk bicara lantaran mengalami luka serius dan sedang dirawat intensif. Hasil wawancara itulah yang kita kembangkan kemudian,” kata Machfud.

Dari hasil wawancara tersebut, pihaknya kemudian mengembangkan informasi dan langsung mengetahui siapa pelaku yang telah menganiaya korban. Akhirnya, sekira pukul 22.15 WIB Selasa (17/5) malam, tim langsung bergerak ke Desa Panteriek guna melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial Ri. “Setelah Ri kita bekuk, kemudian kita melakukan pengembangan hingga berhasil membekuk dua tersangka lainnya. Keduanya dibekuk pada pukul 23.00 WIB jelang tengah malam, yaitu KA dan MS di Desa Lamteh, Ulee Kareng,” ujar Machfud.

Selanjutnya tim bergerak ke Desa Santan, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, guna mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Honda Freed berwarna silver stone dengan nomor polisi BK 107 SP. “Saat ini barang bukti sudah kita amankan, sementara ketiga pelaku percobaan pembunuhan tersebut kiga sudah kita amankan di Polres Aceh Besar guna kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” sebut Machfud.

Ditanya apa motif kasus tersebut, Machfud belum mau membeberkan kepada Prohaba lantaran saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap ketiga pelaku. Namun Machfud memastikan bahwa ketiganya adalah pelaku yang telah melakukan percobaan pembunuhan atau penganiayaan terhadap Ikhlas (22) pada Minggu malam. “Saat ini sedang kita periksa, nanti akan kita beri tahu juga apa motif kasus ini,” sebut Machfud.

Hasil introgasi sementara, korban dianiaya ketiga pelaku di sebuah gudang kosong di Desa Bukloh, Kecamatan Sibreh, Aceh Besar pada Minggu (15/5) sekira pukul 19.10 yang sebelumnya dijemput menggunakan mobil jenis Honda Freed. “Setelah dianiaya di situ, kemudian korban dibuang ke desa Naga Umbang, Lhoknga dan kemudian korban ditemukan warga dalam keadaan kritis sekira pukul 07.00 WIB. Itu yang baru bisa kita jelaskan, kasus ini sedang kita selidiki,” pungkas AKP Machfud.(dan)
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved