Breaking News:

Ruko Ludes, Dua Warga Terbakar

Rumah toko (ruko) milik Ibrahim (42) di Drien Rampak, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat

* Rumah Janda Asiah Nyaris Ludes

MEULABOH - Rumah toko (ruko) milik Ibrahim (42) di Drien Rampak, Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat, Senin (13/3), sekira pukul 22.00 WIB, ludes terbakar. Selain menghanguskan harta benda, istri dan ibu kandung Ibrahim yang berada di dalam rumah, ikut terbakar.

Diduga kuat, api bersumber dari arus pendek listrik. Dalam sekejab, sijago merah terus membesar. Istri dan ibu dari Ibrahim sempat terkepung dalam kobaran api. Kemudian berhasil diselamatkan. Namun, keduanya mengalami luka bakar.

Empat unit armada kebakaran dikerahkan Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) dari Meulaboh dan pos pemadam di Woyla. Api berhasil dipadamkan turut dibantu masyarakat sekitar.

Usai itu, ibu dan istri Ibrahim luka bakar, diobati di pos kesehatan terdekat. “Informasi sementara kami peroleh, kebakaran disebabkan arus pendek. Kami juga sudah berkoordinasi dengan lembaga terkait menyangkut kejadian ini,” kata Kepala BPBD Aceh Barat, T Syahluna Polem, kemarin.

Sementara di Meureudu, Pidie Jaya, rumah sederhana berkontruksi panggung milik Asiah (80), di Mulieng, Kemukiman Beuracan, Selasa (14/3) siang juga terbakar. Namun, api cepat dipadamkan warga dan pemuda setempat dengan cara menyirami air.

Meski demikian, bagian dapur rumah janda itu ludes dilalap api. Sementara lainnya utuh. Tak ada korban jiwa pada kejadian itu. Hanya pakaian dan beberapa jenis barang dalam rumah dilalap api. Dipastikan, sumber api dari sisa bara setelah memasak nasi persiapan makan siang.

Api mulai membara sekira pukul 12.20 WIB. Saat kejadian, Nek Asiah yang baru selesai memasak, berada di rumah tetangga. Jaraknya beberapa puluh meter dari rumah dia.

Tidak berapa lama kemudian, warga yang melintas di lorong dekat rumah yang naas tadi, sempat melihat lidah api yang berkobar di bagian dapur. Spontan, dia berteriak, “Api... Api... Api...”

Teriakan Asiah terdengar jelas hingga 50-70 meter. Dalam hitungan menit, puluhan warga mencari tahu sumber. Setelah melihat asap tebal mengepul ke udara. warga pun bergegas menyiramkan air ke dapur rumah Nek Asiah.

Berbekal peralatan seadanya, para pemuda spontan mengambil air di saluran samping rumah Asiah dan langsung  menyirami  bangunan. Karena kondisi rumah sudah lapuk, lidah api dengan cepat merambah. Namun, kesigapan pemuda yang jumlahnya 30 orang, api bisa dipadamkan setengah jam kemudian.

Di waktu bersamaan, dua armada pemadam kebakaran milik Pemkab Pijay tiba di lokasi dan langsung beraksi. “Begitu tahu ada kebakaran, saya langsung ke sini, “ kata Camat Meureudu, Jailani.(riz/ag)
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved