Breaking News:

Penyebab Kematian Warga Mugo Masih Misterius

Penyebab kematian Benseh (52), warga Gampong Mugo, Kecamatan Panton Reu yang mayatnya ditemukan di aliran Krueng

MEULABOH – Penyebab kematian Benseh (52), warga Gampong Mugo, Kecamatan Panton Reu yang mayatnya ditemukan di aliran Krueng Mugo, Jumat sore, 10 Januari 2020 masih misterius. Polisi belum bisa menyimpulkan dengan alasan masih menunggu hasil visum dari RSUD Meulaboh.

 

Kapolres Aceh Barat  AKBP Andrianto Argamuda melalui Kasat Rekrim Iptu M Irsal yang ditanyai Prohaba, Senin (13/1) mengatakan, terkait penyebab meninggalnya Benseh pihak kepolisian masih menunggu hasil visum dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh.

 

“Dengan adanya hasil visum itu nantinya baru bisa disimpulkan apakah korban (Benseh) meninggal murni akibat kecelakaan (tenggelam) atau ada unsur kesengajaan, seperti penganiayaan. Kita tunggu hasil visum dulu, untuk sekarang belum bisa kita simpulkan penyebabnya,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Barat, Iptu M Irsal.

 

Menurut M Irsal, kasus tersebut sedang ditangani oleh penyidik Polri di Subsektor Panton Reu, sedangkan pihak Polres hanya mengambil surat izin untuk dilakukan visum di rumah sakit.

 

Perkembangan terbaru kasus itu, tiga warga Gampong Mugo, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, yaitu Raja Budiman (40), Safrizal (20), dan Junaidi (20) mengamankan diri ke Pos Polisi Subsektor Panton Reu menyusul temuan jenazah rekan mereka, Benseh (52) di aliran Krueng Mugo, Jumat (10/1) sore.

 

Kasub Sektor Panton Reu, Ipda Siregar membenarkan tiga rekan korban mengamankan diri ke pihaknya. Mereka bukan melarikan diri setelah meninggalnya Benseh akan tetapi untuk menghindari salah pengertian dari keluarga korban sehingga mereka belum berani kembali ke rumah.

 

“Belum semua rekan korban kita mintai keterangan, nanti di mapolres mereka akan memberi keterangan lebih lanjut terkait meninggalnya Benseh,” demikian Ipda Siregar.

 

Kasus kematian Benseh (52), warga Gampong Mugo, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat selain menyisakan duka bagi keluarga juga berbagai cerita di balik musibah itu.

 

Seperti diketahui, jenazah Benseh ditemukan oleh tim Basarnas di aliran (pedalaman) Krueng Mugo pada Jumat sore, 10 Januari 2020 setelah sehari sebelumnya dilaporkan hilang. Lokasi temuan berjarak sekitar dua jam perjalanan dari pusat permukiman di Panton Reu.

 

Sebelum kejadian itu, Benseh bersama tiga rekannya, yaitu Raja Budiman (40), Safrizal (20), dan Junaidi (20) pergi kehutan guna mengangkut kayu olahan.

 

Pada Kamis 9 Januari 2020 sekitar pukul 14.00 WIB korban sempat menghubungi keluarganya untuk dibawakan rokok ke lokasi mereka bekerja. Namun satu jam kemudian, tepatnya pukul 15.00 WIB pihak keluarga mendapat kabar korban hilang.

 

Ada beberapa versi informasi menyangkut hilangnya Benseh. Ada yang menyebut korban hilang saat mencari buah jernang ke hutan. Ada pula yang mengatakan korban terjatuh ke sungai saat mengangkut kayu olahan menggunakan rakit kayu di aliran Krueng Mugo.

 

Tim gabungan bersama pihak keluarga dan masyarakat mulai mencari korban sejak Jumat (10/1) pagi dengan menelusuri sungai menggunakan sampan hampir sekitar 2 jam perjalananan ke lokasi kejadian. Akhirnya pada Jumat (10/1) sore korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tersangkut di kayu sekitar 20 meter dari titik terjatuh.

 

“Atas permintaan keluarga, jasad korban dibawa ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh menggunakan ambulans PMI untuk kepentingan visum,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, Budiono melalui Koordinator Pos Search And Rescue (SAR) Meulaboh, Dwi Hetno kepada Prohaba, Jumat (10/1).

 

Adik korban bernama Sofyan menceritakan, ketika pihaknya sampai di lokasi kejadian, ternyata dua orang rekan korban yang sebelumnya dikabarkan berada di lokasi ternyata sudah tidak ada. “Inilah yang sangat kami sayangkan, seharusnya mereka bisa membantu menceritakan bagaimana kronologis kejadian yang sebenarnya. Karena sudah begini kejadiannya, kami minta polisi mengusut tuntas,” tandas Sofyan.

 

Dalam perkembangan terbaru, tiga rekan korban dilaporkan sudah kembali ke kampung namun mereka mengamankan diri ke pihak kepolisian dengan alasan untuk menghindari kesalahpahaman dari pihak keluarga terkait penyebab kematian korban.

 

“Mereka (rekan korban) bukan melarikan diri setelah meninggalnya Benseh akan tetapi untuk menghindari salah pengertian dari keluarga korban sehingga mereka belum berani kembali ke rumah,” kata Kasub Sektor Panton Reu, Ipda Siregar.(c45/nas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved