Breaking News:

Mayat Bercelana Ponggol Mengapung di Krueng Aceh

Sesosok mayat laki‑laki diperkirakan berusia 35 tahun mengenakan baju kaos lengan panjang dan celana ponggol (celana pendek)

BANDA ACEH – Sesosok mayat laki‑laki diperkirakan berusia 35 tahun mengenakan baju kaos lengan panjang dan celana ponggol (celana pendek) ditemukan mengapung di aliran Krueng Aceh, Jalan Tepi Kali, kawasan Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Senin (20/1) pagi sekitar pukul  09.30 WIB.

 

Beberapa saat setelah ditemukan, mayat tanpa identitas itu langsung dievakuasi ke RSUDZA Banda Aceh. Hingga tadi malam belum ada pihak yang menjemput atau mengelani mayat tersebut.

 

Berdasarkan foto‑foto maupun rekaman video yang menyebar di media sosial, terlihat kondisi mayat ketika diangkat dari sungai oleh polisi dan relawan PMI masih utuh sehingga secara kasatmata mengindikasikan pria itu belum lama meninggal.

 

Mayat tersebut ditemukan dalam posisi telengkup di aliran sungai dan tertahan oleh potongan‑potongan dahan kayu. Mayat pria yang diperkirakan berumur 35 tahun itu terlihat pertama sekali oleh warga Gampong Peuniti bernama Dimas Agesta (20) yang waktu itu ingin mengangkat jaring kepiting yang dipasang pada malamnya di sekitar lokasi mayat ditemukan yang tak jauh dari Jembatan Pante Pirak.

 

“Ketika akan mengangkat jaring kepiting, tiba‑tiba pandangan Dimas tertuju pada sosok mayat yang mengapung di air. Temuan itu langsung dilaporkan ke pihak Pomdam IM dan selanjutnya piket Pomdam meneruskan informasi ke Polsek Baiturrahman,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Baiturrahman, AKP Irwan SSos.

 

Merespons laporan itu, Kapolsek Baiturrahman langsung turun ke lokasi dan menghubungi pihak PMI serta tim Identifikasi Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh.

 

Tak lama kemudian mayat tanpa identitas itu dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUDZA Banda Aceh.

 

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH melalui Kapolsek Baiturrahman, AKP Irwan SSos yang ditanyai Prohaba, mengaku belum mengetahui identitas jenazah yang ditemukan di aliran Krueng Aceh, Jalan Tepi Kali, Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (20/1) pagi. Padahal, kata AKP Irwan, tim Identifikasi Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh sudah menggunakan alat pemindai sidik jari bernama MAMBIS.

 

MAMBIS atau Mobile Automatic Multi Biometric Identification System, merupakan sebuah alat yang menyerupai mesin gesek kartu kredit. Alat tersebut seharusnya dapat mengidentifikasi data diri seseorang kurang dari satu menit, asalkan orang yang diambil sidik jarinya itu sudah terdaftar di elektronik KTP atau e‑KTP. Artinya, alat tersebut terintegrasi dengan basis data e‑KTP.

 

Identifikasi dengan MAMBIS hanya untuk mereka yang sudah punya e‑KTP. Untuk mereka yang belum pernah terdaftar di elektronik KTP atau e‑KTP, MAMBIS tidak dapat bekerja atau mengakses data seseorang.

 

“Dugaan sementara mayat Mr X yang ditemukan di aliran Krueng Aceh belum pernah terdaftar di elektronik KTP atau e‑KTP,” demikian Kapolresta Banda Aceh.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved