Musim Kemarau di Medan, Harga Jeruk Naik
Pasaran buah lokal, diantaranya jeruk manis yang banyak merambah kota Medan yang didatangkan dari sentra produksi
Editor:
Bakri
MEDAN - Pasaran buah lokal, diantaranya jeruk manis yang banyak merambah kota Medan yang didatangkan dari sentra produksi Brastagi, harganya terdongkrak, karena pasokan berkurang.
Pasokan berkurang dari sentra produksi, disebabkan banyaknya permintaan saat musim kemarau melanda daerah itu. “Jeruk manis yang masuk ke Medan tak sebanjir beberapa bulan lalu, saat musim kemarau ini justru pasokan buah jeruk kian minim,” kata Rudang Tarigan (51) pedagang buah yang mangkal di Pasar Petisah Medan.
Panatuan Sabtu (12/4), justru penjualan buah jeruk di tingkat pedagang menjadi langka, kalau pun ada penjual jeruk yang khusus dijual menggunakan mobil pick up dari Brastagi, dijual dengan harga anatara Rp 18.000.- Rp 20.000.- per kilogram untuk ukuran sedang, padahal sebelumnya, harganya hanya sekitar Rp 14 ribu/kg.
“Saat ini memang sedang musim panas. Petani jeruk di Brastagi jarang memanen hasil kebunnya, apalagi saat musim kemarau ini banyak kebun jeruk disana yang layu, apalagi pasca meletusnya gunung sinabung,” kata Rudang.
Biasanya, kata Rudang, buah jeruk asal Brastagi ini dipasarkannya di sejumlah pasar tradisional di kawasan Pasar Petisah Medan. Bahkan ia biasa menjajakan buah jeruk keliling dari pasar ke pasar, dalam tempo 2 hari buah tersebut sudah habis terjual.
Diakuinya, saat ini agak sulit mencari buah jeruk di sejumlah toko buah, selain harganya lebih mahal, masyarakat lebih menyukai membeli buah jeruk di pasar tradisional.(lau)