Berita Aceh Timur

Puluhan Gajah Liar Rusak Kebun Warga di 4 Desa Aceh Timur

Puluhan gajah liar dilaporkan merusak kebun petani di empat desa di Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur.

Editor: Muliadi Gani
TribunLampung.co.id
GAJAH LIAR - Kawanan gajah liar berjumlah belasan rusak rumah warga di daerah Tanggamus, Lampung. Puluhan gajah liar dilaporkan merusak kebun petani di empat desa di Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan gajah liar masuk ke pemukiman dan perkebunan warga di Kecamatan Indra Makmur, Aceh Timur.
  • Tanaman pisang, kelapa sawit, dan palawija rusak, membuat petani takut berkebun dan roda ekonomi lumpuh.
  • Masyarakat meminta BKSDA dan pemerintah daerah segera menggiring gajah kembali ke habitat hutan agar konflik tidak berlarut.

 

PROHABA.CO, ACEH TIMUR -  Puluhan gajah liar dilaporkan merusak kebun petani di empat desa di Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur.

Akibatnya, warga di Kecamatan Indra Makmur dan Banda Alam kini tidak berani pergi ke kebun karena khawatir bertemu kawanan gajah yang dilindungi tersebut.

Ketegangan warga Kecamatan Indra Makmur tersebut setelah kawanan gajah liar masuk ke pemukiman dan perkebunan dalam dua pekan terakhir.

Sedikitnya empat desa menjadi sasaran amukan satwa bertubuh besar tersebut, yakni Desa Jambo Reuhat, Seumanah Jaya, Julok Rayeuk Selatan, dan Seneubok Bayu, Rabu (7/1/2026).

Kehadiran puluhan gajah menciptakan suasana mencekam, membuat aktivitas masyarakat terganggu dan roda ekonomi petani lumpuh seketika.

Banyak warga memilih meninggalkan lahan mereka demi keselamatan jiwa.

Nurdin, seorang petani dari Desa Jambo Reuhat, mengungkapkan bahwa kerusakan lahan terjadi begitu masif.

Tanaman pisang, kelapa sawit, hingga palawija yang menjadi sumber penghidupan warga hancur dirusak kawanan gajah.

“Untuk sementara kami tidak berani berkebun karena khawatir bertemu langsung.

Baca juga: Adly Fairuz Digugat Rp5 Miliar atas Dugaan Penipuan Masuk Akpol

Baca juga: Sosok Kepala Desa Braja Asri Meninggal Diserang Gajah Liar di Lampung Timur

Jumlah hewan yang berbelalai itu sangat banyak dan terus berkeliaran merusak tanaman kami,” ujarnya saat melaporkan kondisi tersebut kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh.

Tanpa pendampingan intensif dari pihak berwenang, warga terpaksa mencari cara manual untuk mempertahankan lahan.

Mereka secara swadaya membeli mercon dan petasan untuk memberikan efek kejut kepada kawanan gajah.

Namun, metode ini belum menjadi solusi permanen.

“Kami menghalau dengan suara petasan, tapi mereka hanya berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved