Selasa, 9 Juni 2026

Puluhan Dapur SPPG Stop Beroperasi, Staf Dirumahkan, Siswa Terancam Lapar

Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di Aceh terhenti mendadak mulai Senin (8/6/2026) kemarin.

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
SERAMBINEWS.COM/HO
DAPUR MBG - Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir mengunjungi lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gampong Lambhuk, Banda Aceh, Senin (28/4/2025). Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di Aceh terhenti mendadak mulai Senin (8/6/2026) kemarin.(Serambinews.com/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Puluhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Langsa terhenti karena dana operasional dari BGN Pusat belum cair.
  • Ribuan siswa tidak mendapat makanan gratis di sekolah, sementara pekerja dapur dan UMKM pemasok bahan pangan ikut terdampak.
  • Koordinator wilayah SPPG berharap BGN segera mencairkan dana agar layanan MBG kembali berjalan normal dan tidak menimbulkan kerugian lebih luas.

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Penyaluran paket Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di Aceh terhenti mendadak mulai Senin (8/6/2026) kemarin.

Hal ini terjadi di Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dan Kota Langsa.

Penyebabya sama: dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat belum masuk ke rekening virtual account (VA) yang digunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh untuk mendukung kegiatan dapur MBG.

Lantaran banyak dapur MBG yang menghentikan sementara operasionalnya, banyak pula siswa yang biasanya mendapat makanan gratis di sekolah, kini terpaksa gigit jari.

Mereka terancam lapar di siang hari pada jam sekolah.

Kabupaten Aceh Besar termasuk daerah yang palingbanyak menghentikan operasional dapur MBG-nya awal pekan ini.

Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di kabupaten sangat luas ini terpaksa menghentikan operasional akibat belum cairnya dana operasional dari BGN.

Penghentian operasional 27 dapur MBG di Aceh Besar memunculkan pula dampak ekonomi yang lebih luas.

Tidak hanya mengganggu penyaluran makanan kepada siswa penerima manfaat, tetapi juga menyebabkan sejumlah pekerja dan sukarelawan di SPPG terpaksa berhenti kerja sementara waktu.

Koordinator Wilayah SPPG Aceh Besar, Feisal Akbar, mengatakan hingga Senin (8/6/2026), terdapat 27 dapur MBG yang belum bisa beroperasi karena dana virtual account (VA) dari pusat belum mereka terima.

Menurut Feisal, jumlah tersebut diperoleh berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pihaknya di lapangan.

Dari total 60 SPPG yang telah berdiri di Aceh Besar, enam unit lainnya masih berada dalam tahap penyelesaian administrasi. 

Feisal menjelaskan, dampak penghentian operasional 27 dapur SPPG ini tidak hanya dirasakan oleh sekolah dan siswa yang untuk sementara tidak menerima layanan MBG.

Aktivitas para sukarelawan dan pekerja dapur juga ikut terhenti karena tidak adanya kegiatan produksi makanan yang dapat dijalankan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved