Berita Banda Aceh
Harga Elpiji 3 Kg Melonjak, Pedagang dan Konsumen Mengeluh
Kenaikan harga LPG 3 kilogram yang merangkak naik dalam sepekan terakhir memicu keluhan di masyarakat.
Ringkasan Berita:
- Gas LPG 3 kg di Aceh dijual Rp 35.000–38.000 per tabung, jauh di atas harga normal, membuat masyarakat terbebani.
- Permintaan meningkat karena kalangan mampu ikut membeli gas subsidi, sehingga stok dan harga semakin tertekan.
- Elpiji 5,5 kg dijual Rp 120.000–130.000, sedangkan 12 kg mencapai Rp 210.000–240.000 per tabung, meski stok dinyatakan aman.
PROHABA.CO, BANDA ACEH - Kenaikan harga LPG 3 kilogram yang merangkak naik dalam sepekan terakhir memicu keluhan di masyarakat.
Di beberapa pangkalan, harga bahkan disebut mengalami kenaikan yang sangat signifikan, sementara pasokan datang tersendat.
Kenaikan ini dirasakan terutama sepekan menjelang Idul Adha 2026 lalu dan masih terus berlanjut hingga saat ini, harga gas elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah Aceh mengalami lonjakan signifikan.
Pedagang mengaku kini harus menjual dengan harga Rp 35.000 hingga Rp 38.000 per tabung, jauh di atas harga normal.
Kondisi ini masih berlanjut hingga pekan kedua Juni, membuat masyarakat semakin terbebani.
Dina, seorang pedagang di kawasan Darussalam, Banda Aceh, mengatakan terpaksa menjual Rp 37.000 per tabung karena harga dari pangkalan sudah naik.
Menurutnya, kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harga gas nonsubsidi ukuran 5,5 kg dan 12 kg.
“Naik karena orang kaya ikut beli gas melon, karena nonsubsidi mahal.
Jadi permintaan melon meningkat,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Baca juga: Hiswana Migas Aceh Temukan Peredaran LPG Oplosan di Banda Aceh, Ancam Keselamatan Pengguna
Baca juga: Puluhan Dapur SPPG Stop Beroperasi, Staf Dirumahkan, Siswa Terancam Lapar
Fenomena ini membuat elpiji subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kecil justru diburu oleh kalangan mampu.
Dikatakan, tingginya permintaan terhadap gas melon dipengaruhi oleh masyarakat yang sebenarnya mampu secara ekonomi, namun tetap mengambil elpiji subsidi.
“Dina bahkan mencontohkan, beberapa waktu lalu ada pembeli dengan mobil mewah, kirain mau beli gas 12 kg, ternyata ambil melon juga,” ungkapnya.
Di kawasan Blang Bintang, pedagang lain bernama Fidiawati mengaku tidak berani menjual karena harga modal sudah mencapai Rp 35.000.
“Kalau dijual Rp 38.000–40.000, kasihan orang,” katanya.
| Usai Digembleng di Jantho, Prajurit Yonif 117/KY Siap Diberangkatkan ke Papua |
|
|---|
| Tujuh Dapur MBG di Kota Banda Aceh Berhenti Beroperasi |
|
|---|
| Peserta JKN Nonaktif di Aceh Bukan Akibat Pencabutan Pergub JKA, Ini Penjelasan BPJS |
|
|---|
| Bot Pengangkut Ratusan Tabung LPG dari Sabang Tenggelam di Perairan Babah Kuala Banda Aceh |
|
|---|
| Tim Rimueng Koetaradja Polresta Banda Aceh Ringkus Pelaku Pencurian Uang Rp15 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/barang-bukti-tabung-gas-dicuri-di-aceh-utara.jpg)