Debt Collector yang Hilang Ditemukan Jadi Mayat
Duka mendalam menyelimuti keluarga dan seluruh warga Gampong Asoe Nanggroe, Banda Aceh, tak terkecuali karyawan
Tayang:
Editor:
Hasyim
BANDA ACEH - Duka mendalam menyelimuti keluarga dan seluruh warga Gampong Asoe Nanggroe, Banda Aceh, tak terkecuali karyawan Colombia Finance, Banda Aceh. Pasalnya Andi Erizal (36) debt collector (penagih angsuran) yang sehari-hari bekerja untuk Colombia Finance dan dilaporkan hilang sejak Kamis (26/2) malam lalu saat menjalankan tugasnya menagih utang angsuran pada seseorang di Jantho, Aceh Besar, ditemukan telah menjadi mayat, Kamis (5/3) sore.
Pria malang yang dikenal ramah dan memiliki prilaku yang sangat terpuji dalam lingkungan kerja dan tempat tinggalnya tersebut, meninggalkan Yusmariana, sorang wanita asal Meureubo, Aceh Barat yang dinikahi sekitar 16 tahun tahun lalu, serta tiga orang anak-anaknya yang masih sangat membutuhkan kasih sayang.
Informasi diperoleh Prohaba, jasad Andi Erizal ditemukan sekitar pukul 18.30 WIB, di Gampong Teureubeh, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar. Jasad itu pertama kali ditemukan seorang kakek dan rekannya, saat ingin mengecek ternak kerbaunya untuk dimasukkan ke dalam kandang.
Tiba-tiba saja, kakek dan temannya itu mencium bau yang sangat menyengat, sehingga mendorong keinginannya untuk mencari tahu asal aroma tak sedap tersebut. Awalnya kakek dan seorang rekannya itu mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan yang sudah mati. Tapi, penasaran dengan baunya yang sangat menyengat, karena masih tercium sekitar 400 meter jarak dari kandang kerbaunya, akhirnya asal bau itupun ditemukan.
Ketika menyadari bahwa bau itu berasal dari jasad manusia namun sudah dalam kondisi membusuk, serta wajahnya sulit dikenali, temuan itu dilaporkan kepada warga sedesa. Akhirnya informasi soal mayat berkelamin laki laki itu, sampai ke polisi.
Akhirnya jasad itu disimpulkan sebagai Andi Erizal, petugas pemungut angsuran dari piutang Colombia Finance yang dilaporkan hilang sejak 26 Februari 2015 lalu. Dari TKP ditemukan sejumlah barang yang diyakini milik korban, seperti sepatu dan jam tangan.
Kapolres Aceh Besar AKBP Heru Novianto SIK yang dijumpai Prohaba di luar Kamar Jenazah RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh, Jumat (6/3) dini hari, mengatakan pada saat ditemukan, posisi korban telentang, menggunakan celana dan sepatu hitam.
Penemuan mayat tersebut langsung menggemparkan warga Gampong Teureubeh, Kecamatan Kota Jantho, Aceh Besar, sebelum kabar tersebut diterima oleh pihak kepolisian. “Korban yang dilaporkan hilang oleh keluarganya juga sudah kita terima laporannya sehari setelah Andi Erizal dinyatakan hilang kontak dan jejaknya. Bahkan kami mengintruksikan seluruh jajaran agar melacak keberadaan korban yang dilaporkan hilang saat hendak menagih utang kepada seseorang,” kata Heru.
Ia menjelaskan, sejauh ini polisi masih melakukan penyelidikan atas kematian korban yang diduga kuat dibunuh oleh lebih satu orang. Tapi, polisi belum berani berspekulasi atau memiliki kecurigaan kepada pihak-pihak atau siapapun yang terlibat dalam kasus tersebut. “Kami mohon doanya agar kasus kematian korban ini bisa kami ungkap dengan cepat,” demikian Heru.
Sebelumnya, dari pantauan Prohaba di luar kamar jenazah RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh, memasuki Jumat (6/3) dini hari, puluhan rekan sekantor korban dari Colombia Finance yang bergerak di bidang pengkreditan elektronik beralamat di Batoh Banda Aceh itu serta keluarga besar Andi Erizal serta warga Gampong Asoe Nanggroe dan Lamjamee serta teman-teman korban, memadati lorong dan ruas jalan di luar kamar jenazah.
Banyak di antara mereka yang datang ke sana saat ditanyai Prohaba, mengaku tidak percaya dengan peristiwa tragis yang dialami korban. Pasalnya selama ini Andi Erizal dikenal sangat baik dengan rekan sekantor dan masyarakat di gampongnya Asoe Nanggroe dan desa tetangga di Lamjamee. Bahkan almarhum yang bertugas sebagai penagih angsuran tidak pernah memaksakan kehendak kepada pihak yang berutang. Justru korban sering membantu menggunakan uang miliknya sendiri terlebih dahulu, untuk menutupi tunggakan itu bila orang dimaksud sedang tidak memiliki uang. “Sifat itu yang jarang sekali dimiliki oleh seorang dept collector yang memang tugasnya menagih utang. Tapi, sifat itu ada pada saudara kami ini. Bahkan saya sendiri sering ada masalah krisis keuangan dan hampir setiap kalinya meminta bantuan dari almarhum dan kalau ada uang korban langsung meminjamkannya. Sekarang orang yang kami banggakan dalam Colombia Finance sudah tak ada lagi dan pergi dengan cara-cara yang tragis. Semoga polisi mampu mengungkap siapa dalang dibalik kematian Andi,” kata seorang karyawan Colombia Finance.
Dikebumikan di Asoe Nanggroe
Awalnya korban ingin dikebumikan di Meureubo, Aceh Barat, kampung halaman istrinya Yusmariana. Tapi, setelah mempertimbangkan semua hal dan hasil kesepakatan seluruh anggota keluarga, akhirnya Jumat (6/3) kemarin, sekitar pukul 10.00 WIB, almarhum Andi Erizal dikebumikan di Gampong Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Kebetulan keluarga besar tersebut juga telah membeli rumah di desa tersebut. Andi Erizal, kelahiran 1978 itu, meninggalkan seorang istri bernama Yusmariana serta tiga orang anak masing-masing, Adam (15), Hafiz (13) dan Jihan (5).
Seperti diberitakan Andi Erizal (36) debt collector yang bekerja untuk Colombia Finance, menghilang dan tidak diketahui jejaknya saat menjalankan tugasnya menagih utang angsuran ke Jantho, Aceh Besar, Kamis (26/2) malam. Sebelum hilang, Andi sempat berkomunikasi dengan istrinya, Yusmariana, melalui short massage service (SMS). Pesan pendek itu diterima Yusmariana sekira pukul 20.00 WIB. “Tapi, dari isi pesan terakhirnya itu, kayaknya bukan dia yang tulis. Biasanya, abang (Andi) selalu membalas SMS atau langsung menelepon. Namun, SMS terakhir itu saya terima sejam kemudian. Itu yang membuat saya curiga,” kata Yusmariana waktu itu kepada Prohaba.
Saat hendak menagih utang Kamis pagi itu, seperti biasa korban berangkat dari rumah sekira pukul 8.00 WIB ke kantor Colombia Finance, di kawasan Batoh, Banda Aceh. Dari kantor, Andi ditugaskan menagih ke sejumlah pelanggan di kawasan Jantho. Andi mengendarai Yamaha Byson BL 5407 IY. Dia berangkat bersama Rony, teman kerjanya. Tapi, masing-masing membawa sepeda motor. Sekira pukul 16.30 WIB, Andi mengabarkan Yusmariana, dirinya masih berada di Jantho untuk menjumpai Heriyanto, klien perusahaan di kawasan Indrapuri, Aceh Besar. “Selain mengambil tagihan dari perusahaan, Heriyanto itu juga meminjam uang pribadi ke abang,” ungkap Yusmariana waktu itu.(mir)
Kunjungi juga :
www.serambinewstv.com | www.menatapaceh.com |
www.serambifm.com | www.serambinews.com |
www.serambinewstv.com | www.
www.serambifm.com | www.