Senin, 13 April 2026

Sertu Palemba Korbankan Punggung Selamatkan Anak Istri Saat Gempa

Saat melihat atap runtuh diguncang gempa, Jumat (15/1/2021), Sertu Palemba, warga Pinrang, Sulawesi Barat, segera melindungi sang istri Juhida ..

Editor: Muliadi Gani
FOTO TRIBUN TIMUR
KORBAN GEMPA - Sertu Palemba (kiri), anak kedua, Juhida, dan anak terakhirnya, saat ditemui di rumah duka di Bulisu, Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. 

PROHABA, PINRANG – Saat melihat atap runtuh diguncang gempa, Jumat (15/1/2021), Sertu Palemba, warga Pinrang, Sulawesi Barat, segera melindungi sang istri Juhida dan tiga anaknya yang tengah tertidur lelap.

Saat itu, Serta Palemba memeluk keluarga tercintanya itu agar luput dari reruntuhan bangunan.

“Saya dapat luka-luka di bagian tangan dan di punggung banyak sekali.

Anak yang kedua juga terdapat luka-luka di tangan dan kaki. Istri saya lumayan aman karena dia tepat berada di bawah saya,” ujar Palemba saat ditemui di rumah duka, Minggu (17/1/2021).

Sementara itu, meskipun sudah berjuang melindungi keluarganya, anak pertama Sertu Palemba sempat terkena puing bangunan dan akhirnya meninggal dunia.

Jenazah Andra telah dimakamkan di Bulisu, Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang pada Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 01.00 Wita.

Juhida menceritakan, saat itu dia dan ketiga anaknya pergi untuk mengunjungi suaminya di Rusun Makorem 142/Ttg, Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Lalu tak disangka, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo mengguncang Kabupaten Majene.

Juhida mengaku terbangun saat mendengar suaminya berteriak Allahuakbar ada gempa… Allahuakbar ada gempa… “Saya dengar suami saya bilang Allahuakbar ada gempa. Saya bangun dan bangunan dari atas langsung runtuh,” ujarnya.(Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved