Breaking News:

Cabuli Gadis di Mobil, Pemuda Ganteng Dipenjara 175 Bulan

Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho menggelar sidang dengan agenda pembacaan amar putusan terhadap terdakwa pemerkosa gadis yang terdaftar

Editor: bakri
KEJARI ACEH BESAR
PEMUDA berinisial RRM, terdakwa kasus pemerkosaan terhadap seorang gadis divonis 175 bulan penjara. Persidangan pamungkas untuk kasus ini digelar, Kamis (28/1/2021), di Mahkamah Syar’iyah Kota Jantho. 

* Diawali dengan Ritual Tes Perawan

JANTHO - Mahkamah Syar’iyah (MS) Jantho menggelar sidang dengan agenda pembacaan amar putusan terhadap terdakwa pemerkosa gadis yang terdaftar dengan register Nomor 18/JN/2020/MS.Jth. Terdakwa dalam perkara ini berinisial RRM. Pemuda ganteng itu divonis majelis hakim dengan hukuman selama 175 bulan atau 14 tahun 6 bulan penjara.

Kasus pemerkosaan terhadap seorang gadis--sebut saja namanya Mawar--itu digelar pada Kamis (28/1/2021) siang di MS Kota Jantho.

Majelis hakim yang memeriksa perkara, yakni Siti Salwa MH yang juga Ketua MS Jantho dalam rilisnya, Kamis (28/1/2021), mengatakan, selain dirinya sebagai ketua majelis hakim, persidangan ini juga dibantu dua hakim anggota, Drs H Ridhwan dan Fadhlia Ssy.

Majelis hakim, sebut Siti Salwa, memutuskan bahwa terdakwa RRM terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan jarimah pemerkosaan terhadap Mawar.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa RRM menyatakan akan pikir-pikir dulu selama 7 hari sebelum memutuskan untuk melakukan upaya hukum banding atau justru menerima putusan tersebut.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Muhadir SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Besar menyatakan menerima vonis tersebut.

Kasus pemerkosaan ini terjadi pada 26 Agustus 2020, di Jalan Lhoknga-Leupung, Aceh Besar.

Hari itu menjadi hari paling kelam bagi Mawar, karena pertemuan pertamanya dengan terdakwa RRM pada pukul 21.30 WIB, telah menghancurkan masa depannya.

Terdakwa RRM menjemput Mawar menggunakan mobil Innova Reborn dari tempat kerja korban. Belakangan terungkap, mobil itu ternyata mobil rental.

Saat menjemput korban, terdakwa RRM bahkan sempat pamitan pada majikan Mawar. Tak diduga, ternyata sejak awal terdakwa RRM telah berniat untuk memerkosa Mawar.

Begitu tiba di tempat yang sepi, celana Mawar dibuka paksa. Alasannya, ingin mengetes apakah Mawar masih perawan. Tes itu dilakukan RRM dengan jari tangannya. Akibatnya, alat vital korban berdarah, tanda selaput daranya sobek.

Derita Mawar ternyata belum berakhir. Ia ditarik ke jok belakang mobil, dicekik dan diancam, lalu diperkosa meskipun korban telah melakukan perlawanan. Setelah diperkosa, terdakwa RRM berjanji akan bertanggung jawab untuk menikahi Mawar. (as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved