Haba PT MPG Nagan Raya

Warehouse PT MPG Terapkan Sistem Digital untuk Dukung Operasional PLTU 3-4 Nagan Raya

sistem warehouse yang tertata, modern, dan terintegrasi akan memastikan seluruh kebutuhan operasional pembangkit

Editor: Misran Asri
Foto RA Karamullah
MERAPIKAN BARANG DI WAREHOUSE - Sejumlah pekerja warehouse PT Meulaboh Power Generation (MPG) merapikan dan menata barang operasional di Warehouse 1 PLTU 3-4 Nagan Raya, Selasa (6/1/2026). 

PT MPG saat ini telah menerapkan sistem digital berbasis Warehouse Management System (WMS) untuk mengelola aktivitas pergudangan di PLTU 3-4 Nagan Raya

PROHABA.CO, SUKAMAKMUE - General Manager PT Meulaboh Power Generation (PT MPG), Liu Pengju, menegaskan bahwa penguatan sistem pergudangan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keandalan operasional PLTU 3-4 Nagan Raya sebagai pembangkit terbesar di Aceh.

Menurut Liu Pengju, sistem warehouse yang tertata, modern, dan terintegrasi akan memastikan seluruh kebutuhan operasional pembangkit mulai dari suku cadang hingga material teknis tersedia tepat waktu dan dalam kondisi aman. 

“Warehouse bukan sekadar tempat penyimpanan, tetapi bagian vital dari rantai operasional pembangkit listrik. 

Sistem yang baik akan mendukung keselamatan kerja dan kontinuitas produksi listrik,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, PT MPG saat ini telah menerapkan sistem digital berbasis Warehouse Management System (WMS) untuk mengelola aktivitas pergudangan di PLTU 3-4 Nagan Raya.

Supervisor Warehouse PT MPG, Aftah, menjelaskan bahwa seluruh proses keluar-masuk barang kini telah terdata secara sistem melalui aplikasi D7i, aplikasi buatan PT MPG. “Semua barang yang masuk dan keluar sudah teregister. 

Ada menu khusus untuk inbound, outbound, hingga pemantauan inventory,” kata Aftah saat ditemui di area warehouse PT MPG, Selasa, (6/01/2026).

Baca juga: Perkuat Keselamatan Kerja di PLTU 3-4, PT MPG Gelar Pelatihan APAR

Baca juga: PT MPG Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Beutong Ateuh Banggalang

Ia menuturkan, sistem D7i merupakan hasil peningkatan bertahap sejak awal operasional PLTU. 

Mulai dari pencatatan manual, kemudian beralih ke MIS, hingga kini menggunakan D7i yang dinilai paling lengkap dan terperinci.

“Warehouse dan procurement itu saling terhubung. Dengan sistem ini kami bisa melihat stok barang di gudang sekaligus riwayat pembelian dari tim procurement. Itu sangat membantu operasional,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kompetensi tim, PT MPG secara rutin menggelar pelatihan internal, bahkan menghadirkan pemateri dari luar, terutama terkait keselamatan kerja, pengelolaan data, serta penanganan material. 

Beberapa personel warehouse juga telah mengikuti pelatihan eksternal dan mengantongi Surat Izin Operator (SIO) untuk pengoperasian forklift.

Baca juga: PT MPG Terima 12 Peserta Magang Program Pemerintah, Siapkan SDM Lokal Sektor Ketenagalistrikan

“Keselamatan adalah prioritas. Tidak semua orang bisa mengoperasikan alat berat, sehingga pelatihan dan sertifikasi menjadi keharusan,” ujarnya.

Dengan penguatan sistem dan sumber daya manusia di bidang pergudangan, PT MPG berharap seluruh kebutuhan operasional PLTU 3-4 Nagan Raya dapat terkelola secara efisien, aman, dan berkelanjutan, guna mendukung pasokan listrik yang andal bagi masyarakat Aceh dan wilayah Sumatera.(*)

Baca juga: PT MPG Perketat Keselamatan Kerja, Gelar Pelatihan Ulang SOP dan PTW

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved