Breaking News:

Gajah Mati Tersetrum, Pemasang Perangkap Divonis 6 Bulan Penjara

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Pidie, memvonis terdakwa Bustami (33), warga Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila

MUHAMMAD NAZAR
SEEKOR gajah jantan mati terjerat perangkap babi Gle Cut Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie. 

SIGLI - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli, Pidie, memvonis terdakwa Bustami (33), warga Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, enam bulan penjara. Ia dinyatakan hakim bersalah karena memasang perangkap yang dialiri listrik di pagar kebun cabai miliknya.

Selain hukuman kurungan, Bustami juga dibebankan majelis hakim membayar denda Rp 3 juta dengan subsider dua bulan penjara.

Vonis majelis hakim tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pidie, yakni selama delapan bulan kurungan.

Majelis hakim PN Sigli menilai bahwa Bustami secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem serta Pasal 55 ayat (1) KUHP.

"Kami menerima putusan majelis hakim yang memvonis enam bulan penjara terdakwa Bustami," kata Kajari Pidie, Gembong Priyanto MH melalui Kasi Pidum, Dahnir SH kepada Prohaba, Sabtu (20/2/2021).

Ia menyebutkan, Bustami dituntut jaksa 8 bulan penjara karena bersalah memasang perangkap yang dialiri listrik di pagar kebun cabai miliknya di kawasan Gle Cut, Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila.

Akibat dari perbuatan terdakwa, satu ekor gajah jantan dewasa mati terkena jeratan kawat yang dialiri arus listrik itu.

Perbuatan terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 40 ayat (4) juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem serta Pasal 55 ayat (1) KUHPidana. (naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved