Mengapa Orang Gemar Ikuti Isu Perselingkuhan di Medsos?
Isu-isu perselingkuhan atau perebut laki orang (pelakor), seperti yang menyeret nama Nissa Sabyan dan Ayus Sabyan belakangan ini atau sebelumnya ..
Bagi seseorang yang memiliki kesehatan mental bagus dan kontrol diri antara pikiran dan sikap, membaca hal-hal yang berkonotasi negatif seperti ini mungkin tidak akan berdampak apa-apa. Namun, jika individu yang membacanya memiliki kesehatan mental yang kurang serta kontrol diri yang kurang juga, bisa timbul berbagai dampak buruk hingga perilaku coba-coba pada orang tersebut.
Baca juga: Cut Syifa, Artis Sinetron Berdarah Aceh Putuskan Berhijab
Untuk menghindari terlalu sering membaca hal yang berkonotasi negatif, Hening mengusulkan beberapa cara yang bisa kita lakukan yaitu:
1) Harus diimbangi dengan bacaan yang positif Bacalah hal-hal positif seperti bacaan tentang spiritual yang sesuai dengan keyakinan masing-masing atau bacaan yang dapat membangun individu menjadi lebih baik, seperti kisah orang-orang sukses.
Bacaan yang positif diyakini bisa berpengaruh dan membuat mental kita selalu positif dan fokus berkarya tanpa repot mencampuri urusan orang lain.
2) Cari lingkungan yang positif Hindari teman-teman ‘toxic’ dan carilah lingkungan yang dapat membawa kita ke arah yang lebih positif.
Ini juga sangat berdampak dan berpengaruh pada pola pikiran dan perilaku seseorang.
“Intinya, bacaan-bacaan yang negatif itu, harus diimbangi dengan bacaan yang positif dan juga lingkungan yang positif agar bisa berpengaruh positif pula ke dalam diri kita” pungkasnya. (kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/ilustrasi-pasangan-selingkuh.jpg)