Breaking News:

Nelayan Cabuli Putri Kandung Sepuluh Kali, Setelah Istri Tolak Berhubungan

Seorang pria bernama Toni Napitupulu harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran tega menodai putrinya sendiri...

FOTO: TRIBUN MEDAN
Tersangka pemerkosa terhadap putri kandungnya yang masih berumur 9 tahun ditangkap di Jakarta setelah melarikan diri dari Toba, Sumatera Utara, tempat ia meniduri anaknya hingga sepuluh kali saat sang istri tak berada di rumah. 

PROHABA, TOBA - Seorang pria bernama Toni Napitupulu harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran tega menodai putrinya sendiri.

Bukan hanya sekali, pelaku yang berumur 44 tahun itu mengaku sudah melakukan aksi bejatnya sepuluh kali.

Sedangkan korban masih berumur 9 tahun, sebut saja namanya Seruni.

Toni ditangkap polisi setelah istrinya BDT (44) membuat pengaduan ke Polres Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Kasat Reskrim Polres Toba, AKP Nelson Sipahutar mengatakan, korban adalah putri kandung pelaku.

Perlakuan cabul terakhir dialami korban Seruni (9) pada Senin (21/12/2020).

Menurut korban, pencabulan atau persetubuhan terhadap dirinya sudah dilakukan sang ayah sejak tahun 2018 sampai terakhir pada 21 Desember 2020.

Pada tanggal 21 Desember itu ibu si korban memergoki suaminya sedang berhubungan badan dengan putrinya.

Istri tersangka langsung menjerit dan histeris.

Baca juga: Ayah Diduga Perkosa Dua Anak Tirinya, Dinodai Saat Tidur Nyenyak

Ia bahkan mengutuki perbuatan suaminya dan mengatalam akan melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib dan masyarakat sekitar.

“Saya langsung menjerit, saya cakap kotor sama dia. Lalu saya bilang bahwa saya akan lapor kepada polisi dan semua orang bahwa dia pemerkosa.

Kurasa orang yang ada di sekitar kami hari itu juga mendengar,” kata BDT kepada awak media.

Mendapat ancaman akan dilapor ke polisi, Toni pun lari, menghilang dari Sumut.

Setelah pencarian selama dua bulan, Toni akhirnya ditemukan polisi di sebuah doorsmeer Jakarta Timur, tepatnya di kawasan Penggilingan Cakung pada Jumat (19/2/2021).

Tersangka pun diboyong ke Mapolsek Toba.

Saat diperiksa, tersangka mengatakan, ia meminta kepada istrinya agar dilayani di ranjang, tetapi sang istri menolak hingga tiga kali.

Si istri mendadak “pelit” karena merasa tak lagi mendapatkan uang belanja dari suaminya.

Baca juga: Diduga Diperkosa Paman dan Ayah, Anak 11 Tahun Menangis, Tersedu Sedan di Pelukan Psikolog

Tersangka yang bekerja sehari-hari sebagai nelayan ikan di Danau Toba ini menuturkan tak sanggup memberikan uang belanja kepada istrinya akibat tangkapan ikan yang semakin berkurang.

Pada saat seperti itulah, dia meminta kepada istrinya untuk berhubungan badan.

Namun, permintaannya ditolak hingga tiga kali.

Lalu, ia menyasar putrinya saat sang istri tak di rumah.

Menurut keterangan korban dan juga diakui tersangka, perbuatan tersebut mereka lakukan lebih dari sepuluh kali, baik di rumah maupun di belakang rumahnya.

“Sepuluh kali,” ujar tersangka sembari menundukkan kepala saat ditanya penyidik di Mapolres Toba, Senin (22/2/2021) siang.

Tersangka menambahkan bahwa ia tidak pernah melakukan perbuatan bejat tersebut kepada orang lain, kecuali kepada putrinya.

Ia mengatakan bahwa dirinya menyesal melakukan hal sekeji itu kepada putri kandungnya.

“Sama yang lain tidak pernah. Saya sangat menyesal,” sambungnya.

AKP Nelsaon Sipahutar juga mengatakan bahwa perlakuan tersangka terhadap korban Seruni sudah berlangsung sejak tahun 2018 hingga tahun 2020.  (kompas.com)

Editor: Muliadi Gani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved