Breaking News:

Berdalih Jenguk Nenek Duda Rudapaksa Cucu, Dilakukan Sudah Dua Kali

Seorang pria asal Aceh Utara yang berstatus duda diduga tega merudapaksa cucu kakaknya sendiri

Berdalih Jenguk Nenek Duda Rudapaksa Cucu, Dilakukan Sudah Dua Kali
DOK. POLRES ACEH UTARA
PENYIDIK pada Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Aceh Utara memeriksa seorang duda yang diduga tega merudapaksa cucu kakaknya. Aksi serupa sudah dua kali dia lakukan pada saat korban tidur lelap.

LHOKSUKON - Seorang pria asal Aceh Utara yang berstatus duda diduga tega merudapaksa cucu kakaknya sendiri. Tindakan itu dilakukan tersangka dengan modus ecek-ecek menjenguk nenek korban, yang tak lain adalah kakak kandung tersangka.

Aksi bejat tersebut dilakukan tersangka di rumah nenek korban di salah satu gampong dalam Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara. Korban merupakan anak di bawah umur yang masih berusia 16 tahun. Diketahui, tersangka telah merudapkasa korban sebanyak dua kali dalam waktu tiga malam.

Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melakui Kasat Reskrim AKP Fauzi mengakui adanya peristiwa itu. Tersangka diidentifikasi berinisial I, merupakan seorang duda berusia 45 tahun, yang tak lain adalah kerabat dekat korban.

“Pelaku merupakan adik dari nenek korban, bisa dibilang korban ialah cucu pelaku sendiri,” kata Kasat Reskrim AKP Fauzi, Rabu (10/3/2021).

Kasat Reskrim menjelaskan, kasus pemerkosaan itu dilaporkan oleh ayah korban ke Mapolres Aceh Utara pada 9 Februari 2021. Dalam laporannya disebutkan bahwa pemerkosaan itu terjadi dua kali, masing-masing pada 20 dan 22 Januari 2021 dini hari.

Tersangka menjemput korban dari asrama sekolahnya dan dia katakan akan menjenguk neneknya yang sedang sakit. Ternyata itu hanya tipu muslihat tersangka untuk melakukan aksi bejatnya terhadap korban. Rudapaksa dilakukan tersangka ketika korban menginap di rumah neneknya dalam keadaan tidur lelap.

Dikatakan AKP Fauzi, berdasarkan bukti permulaan yang cukup, unit Resmob Sat Reskrim Polres Aceh Utara melakukan penyelidikan tentang keberadaan tersangka.

Pihaknya berhasil menangkap tersangka di kawasan Peunaron, Aceh Timur, pada Sabtu, 6 Maret 2021.

“Sejak kejadian pemerkosaan ini dilaporkan, pelaku menghilang dan berpindah-pindah tempat tinggal, hingga akhirnya berhasil ditangkap di Aceh Timur,” ujar AKP Fauzi.

Atas perbuatannya, penyidik menjerat tersangka dengan delik jarimah pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak sebagaimana diatur di dalam Pasal 50 juncto Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang ancamannya 200 bulan kurungan. (serambinews.com/ar)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved