Minggu, 12 April 2026

Pejabat Cina Akui Vaksin Covid Milik Mereka Kurang Efektif

PEJABAT tertinggi pengendalian penyakit Cina mengaku, vaksin virus corona buatan Cina memiliki keefektifan yang rendah.Pertimbangan untuk ...

Editor: Muliadi Gani
vaksin covid-19 

PROHABA.CO - PEJABAT tertinggi pengendalian penyakit Cina mengaku, vaksin virus corona buatan Cina memiliki keefektifan yang rendah.

Pertimbangan untuk mencampurkan vaksin yang ada di Cina dengan vaksin lain berbasis mRNA pun muncul.

"Vaksin Cina tidak memiliki perlindungan yang sangat tinggi," kata direktur Pusat Pengendalian Penyakit Cina, Gao Fu pada konferensi pers yang dilakukan Sabtu (10/4/2021) di Chengdu.

Ini adalah pengakuan yang jarang terjadi terkait kelemahan vaksin yang diproduksi suatu negara.

Dilansir AP News, Senin (12/4/2021), Cina telah mendistribusikan ratusan juta dosis vaksinnya ke luar negeri.

Gia juga mempertanyakan keefektifan vaksin buatan Pfizer-BioNTech yang dibuat menggunakan mRNA.

"Sekarang kami mempertimbangkan, apakah harus menggunakan vaksin yang berbeda (mencampurkan vaksin) dari jalur teknis untuk imunisasi," kata Gao.

Dalam konferensi pers hari Minggu (11/4/2021), pejabat Cina tidak menanggapi secara langsung pernyataan Gao atau kemungkinan perubahan dalam jalur teknis imunisasi.

Namun, pejabat CDC lainnya mengatakan pengembang vaksin sedang mengerjakan vaksin berbasis mRNA.

Baca juga: Orang yang Sudah Vaksinasi Flu Lebih Jarang Terinfeksi Covid-19

Dilaporkan AP News, Gao tidak menanggapi panggilan telepon yang meminta komentar lebih lanjut.

"Vaksin mRNA yang dikembangkan di negara kami juga telah memasuki tahap uji klinis," kata pejabat lain Wang Huaqing.

Kendati sudah masuk tahap uji klinis, Huaqing tidak dapat memprediksi kapan vaksin berbasis mRNA yang dibuat akan dapat digunakan.

Para ahli mengatakan, mencampurkan vaksin atau imunisasi berurutan (dua vaksin berbeda) dapat meningkatkan efektivitas.

Para peneliti Inggris sedang mempelajari kemunginan kombinasi Pfizer-BioNTech dan vaksin AstraZeneca.

Industri obat Cina Pandemi virus corona, yang dimulai di Cina pada akhir 2019, menandai pertama kalinya industri obat China berperan dalam menanggapi keadaan darurat kesehatan global.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved