Jumat, 12 Juni 2026

Lobang Jepang, Tempat Menyeramkan di Bukittinggi

Lobang Jepang adalah salah satu objek wisata sejarah yang berada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lobang Jepang merupakan sebuah terowongan ...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
Lobang Jepang adalah salah satu objek wisata sejarah yang berada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. 

PROHABA.CO - Lobang Jepang adalah salah satu objek wisata sejarah yang berada di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Lobang Jepang merupakan sebuah terowongan sebagai tempat berlindung yang dibangun tentara Jepang untuk kepentingan pertahanan.

Pembuatan Lobang Jepang menggunakan tenaga kerja Indonesia di bawah paksaan tentara Jepang.

Lobang Jepang memiliki panjang sekitar 1.470 meter.

Namun, saat ini lobang hanya boleh dimasuki sepanjang 750 meter saja.

Lobang Jepang di buat atas instruksi Letjen Moritake Tanabe, Panglima Divisi ke 25 Angkatan Darat Balatentara Jepang.

Konon mampu menahan letusan bom seberat 500 kg.

Konstruksi lubang ini dikerjakan sejak Maret 1944 dan selesai pada awal Juni 1944 dengan total pembuatan selama kurang lebih 3 tahun dengan kedalaman mencapai 49 meter di bawah permukaan tanah.

Lobang Jepang di Bukittinggi merupakan salah satu lubang yang terpanjang di Asia mencapai lebih dari 6 kilometer.

Baca juga: Dua Preman Rampas Uang Warga

Beberapa tembus di sekitar kawasan Ngarai Sianok, Jam gadang yang terletak di samping Istana Bung Hatta, dan juga di Benteng Fort De Kock yang masuk di wilayah Kebun Binatang Bukittinggi.

Saat ditemukan pertama kali pada awal tahun 1950, pintu Lobang Jepang hanya 20 cm dengan kedalaman 64 meter.

Lalu setelah dikelola dan dibuka secara umum oleh pemerintahan setempat pada tahun 1984, mulut lobang tersebut dibuat lebih nyaman untuk dilalui.

Sayangnya dinding telah ditutup semen dan di bagian dalam juga banyak divariasikan untuk memasang panel listrik sehingga kehilangan bentuk aslinya.

Lobang Jepang yang dibuka hanya kurang dari 1,5 kilometer sehingga hanya membutuhkan paling lama 20 menit untuk sampai di ujung jalan.

Sedangkan lobang yang mengarah ke Ngarai diberi teralis.

Ada 21 lorong kecil yang fungsinya bermacam-macam mulai sebagai ruang amunisi, ruang pertemuan, pintu pelarian, ruang penyergapan serta penjara.

Namun yang menyeramkan adalah ruang dapur yang juga difungsikan untuk memotong-motong tahanan yang sudah tewas lalu dibuang melalui lobang air ke bawah.

Tahanan yang tewas akan dipotong-potong di meja itu lalu potongannya dibuang di lubang ini.

Baca juga: Junaidi Akhirnya Menyerah, Lima Tahanan BNN Lainnya Masih Berkeliaran

Mengapa dipotong, agar tidak nyangkut di lubang yang mengarah ke Ngarai Sianok sehingga jasadnya akan sulit ditemukan.

Dulunya, Lobang Jepang bukan hanya untuk memenjarakan mereka yang melawan dan tidak mau bekerja.

Penjara ini juga berfungsi untuk memenjarakan perempuan-perempuan sebagai budak seks Jepang.

Mereka tidak diberi makan berhari-hari sehingga banyak yang tewas.

Jarak Lobang Jepang tidak terlalu jauh dari Jam Gadang yang berada di pusat kota.

Jika berjalan kaki hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk sampai di tempat bersejarah tersebut.

Seorang wisatawan asal Kota Medan, Hendy Ginting mengaku kedatangannya ke Lobang Jepang sudah yang ketiga kalinya.

Di masa pandemi saat ini, pengelola Lobang Jepang menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat bagi pengunjung yang mau masuk.

Di mana sebelum masuk ke Lobang Jepang, pengunjung diwajibkan memakai masker, mencuci tangan dan mengecek suhu tubuh.

Baca juga: Akibat Kasus Alat Antigen Bekas di Kualanamu, Menteri Erick Thohir Pecat Seluruh Jajaran Direksi KFD

"Biaya masuknya sih enggak mahal Rp 15 ribu per orang.

Tapi bayarnya enggak manual lagi.

Sekarang bayarnya sudah bisa pakai e-money.

Kami sekeluarga kemarin bayar pakai kartu Brizzi aja," kata Hendy via telepon seluler, Senin (17/5/2021).

"Pas mau masuk ada petugas yang melayani transaksi digitalnya, entar kalau sudah sampai di depan Lobang Jepang ada pemandu.

Biaya operasionalnya dari pagi jam 08.00-17.00 WIB," tambahnya.

Hendy mengaku saat berada di dalam Lobang Jepang ia merasakan aura yang sedikit menyeramkan.

Karena Lobang Jepang memiliki lorong panjang yang dulunya dijadikan tempat penyiksaan tahanan.

"Jadi di dalam ada beberapa ruangan, yang paling menyeramkan bagian dapur.

Karena dulunya dijadikan tempat memotong tahanan yang sudah meninggal kemudian potongan-potongan tubuh dibuang ke arah Ngarai Sianok sehingga sulit ditemukan," pungkasnya.(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved