Komunitas Ekspor
Makanan Tradisional Indonesia Semakin Mendunia, Indonesia Tingkatkan Ekspor Tempe ke Jepang
Tempe akan dikemas dengan mengadaptasi produk yang diinginkan oleh pasar Jepang, yaitu dalam kemasan 450 gram. Ekspor sebesar 4,8 ton dengan nilai USD
PROHABA.CO, JAKARTA - Meningkatnya ekspor produk olahan tempe ke Jepang, membuktikan bahwa para pelaku usaha fermentasi kedelai ini mampu membuat diversifikasi pangan yang menjadi pilihan pembeli luar negeri.
“Makanan tradisional asli Indonesia ini semakin mendunia,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam siaran pers, Jumat (18/6/2021).
Ekspor Indonesia menurut dia terus melaju di tengah pandemi Covid-19.
Pada Mei Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan Indonesia sebesar USD 2,36 miliar, melanjutkan tren pada April dengan surplus sebesar USD2,19 miliar.
Ekspor sebesar 4,8 ton dengan nilai USD13.000 ini dilakukan oleh PT Arumia dan para pelaku UMKM.
“Ini kolaborasi yang baik antara PT Arumia dengan Rumah Tempe Azaki. Jadi contoh untuk bersama-sama maju dan meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia,” kata Menteri Lutfi.
Baca juga: Mengaku Memiliki Anak Berusia 8 Tahun dari Rezky Aditya, Miss W Beberkan ke Publik
Baca juga: Hanya Karena Pelaku Tak Disapa Tetangga saat Bertemu, Pria Ini Tega Bacok Tetangganya hingga Tewas
Baca juga: Pak RT Bonyok Dihajar Warga Setelah Kepergok Sedang Selingkuhi Istri Orang
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan ekspor ini merupakan momen penting meningkatkan nilai ekspor produk makanan olahan ke seluruh dunia.
“Sekaligus diharapkan menjadi motivasi UKM potensial lainnya untuk mengembangkan pasarnya hingga ke mancanegara,” ujar dia.
Tempe akan dikemas dengan mengadaptasi produk yang diinginkan oleh pasar Jepang, yaitu dalam kemasan 450 gram.
“Eksportir Indonesia sudah menyesuaikan bentuk, ukuran, resep pengolahan, dan kemasan sesuai dengan yang diinginkan oleh pasar Jepang,” ujar dia.
“Tempe saat ini menjadi superfood asli Indonesia, konsumsinya mulai tumbuh di negara-negara maju termasuk Jepang,” ujarnya.
Produk ini diimpor oleh salah satu Chain Wholesale supermarket terbesar di Jepang yang memiliki 800 gerai di seluruh negara itu.
Menurut dia, meskipun merupakan negara produsen bahan makanan, Jepang juga banyak melakukan impor bahan pangan hingga 60 persen dari konsumsi negara itu.
Baca juga: Sebanyak 10 Bangunan di Aceh Tamiang Ludes Terbakar, Dugaan Awal Karena Dipicu Arus Pendek Listri
Baca juga: Azhari Akui Diperiksa Berkaitan Dengan Kapal Aceh Hebat Sedangkan Bustami Enggan Berkomentar
Menurut Didi, tempe ini dibuat dengan teknologi khusus sehingga cita rasanya otentik tempe meski proses fermentasi dilakukan di Indonesia.
Produk Indonesia menurut Didi baru mencapai 1,3 persen dari keseluruhan pangsa produk pangan impor di Jepang.
“Konsumen Jepang juga suka mencoba berbagai produk makanan baru, khususnya produk makanan yang sehat. Untuk itu, Indonesia harus dapat memanfaatkan peluang yang terbuka lebar ini,” tutur Didi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/tempe.jpg)