Kamis, 4 Juni 2026

Ikan Buntal, 1.200 Kali Lebih Beracun Dibanding Sianida

Sebanyak 13 warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan keracunan ikan buntal...

Tayang:
Editor: Muliadi Gani
FOTO: SHUTTERSTOCK
IKAN buntal jenis ikan beracun. Di Jepang, ikan ini dinamakan fugu dan sering diolah jadi sashimi. 

PROHABA.CO - Sebanyak 13 warga Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan keracunan ikan buntal.

Mereka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tc Hillers Maumere.

Sebagaimana dilaporkan Kompas. com, Senin (28/6/2021), empat orang di antaranya meninggal dunia akibat mengonsumsi ikan buntal.

Sedangkan delapan orang masih dalam perawatan dan satu orang sudah dipulangkan.

Kasus keracunan ikan buntal di NTT ini mengingatkan kita kembali bahwa ikan buntal memiliki senjata mengerikan di balik bentuknya yang bisa dibilang cukup menggemaskan.

Ikan buntal (Tetraodontidae) yang sering ditemukan mungkin hanya sebesar cangkir teh, tapi ikan ini bisa tumbuh hingga 3 kaki atau sekitar 0,91 meter.

Dilansir dari National Geographic, para ahli biologi berpendapat bahwa gaya berenang ikan buntal sangat lambat.

Pergerakannya yang tidak lincah membuat ikan buntal rentan terhadap predator.

Baca juga: 3 Varian Olahan Ikan Depik Khas Gayo Beserta Resepnya

Sebagai gantinya, ikan buntal memiliki perut sangat elastis yang mampu menelan air dan udara dalam jumlah besar dengan cepat.

Hal inilah yang membuatnya bisa mengubah diri menjadi bola yang hampir tidak dapat dimakan.

Beberapa spesies juga memiliki duri di kulit mereka untuk membuatnya semakin tidak enak jika dimakan.

Predator yang berhasil menangkap ikan buntal sebelum mengembang, sangat tidak beruntung, karena ikan buntal merupakan salah satu hewan paling beracun di laut.

Hampir semua ikan buntal mengandung tetrodotoxin, zat yang sering mematikan bagi ikan dan juga manusia.

Bagi manusia, tetrodotoxin memiliki kadar racun 1.200 kali lebih banyak dibanding sianida.

Ada cukup racun dalam satu ikan buntal untuk membunuh 30 manusia dewasa dan sejauh ini belum ada penawar yang diketahui.

Populasi Lebih dari 120 spesies ikan buntal di seluruh dunia.

Sebagian besar ditemukan di perairan laut tropis dan subtropis, tapi beberapa spesies hidup di air payau bahkan air tawar.

Ikan buntal memiliki tubuh panjang dan meruncing dengan kepala bulat.

Baca juga: Pria Pencari Lobster Ditelan Ikan Paus, Selamat Setelah Dimuntahkan

Beberapa spesies memiliki warna cerah untuk “menginformasikan” racun yang dimilikinya.

Kendati demikian, ada juga ikan buntal dengan warna pucat atau samar untuk berbaur dengan lingkungan mereka.

Mereka adalah ikan tanpa sisik dan biasanya memiliki kulit kasar hingga runcing.

Semuanya memiliki empat gigi yang menyatu menjadi bentuk seperti paruh. Makanan ikan buntal Makanan ikan buntal sebagian besar mencakup invertebrata dan ganggang.

Spesimen besar bahkan akan retak dan memakan kerang, remis, dan kerang dengan paruhnya yang keras.

Ikan buntal beracun diyakini menyintesis racun mematikan mereka dari bakteri pada hewan yang mereka makan.

Kendati ikan buntal sangat beracun, tapi hewan ini memiliki daging yang dianggap lezat.

Ikan yang disebut fugu di Jepang itu, harganya sangat mahal dan hanya disiapkan oleh koki terlatih dan berlisensi.

Sebab, salah potong ikan buntal hampir pasti akan membuat pelanggannya meninggal dunia.

Faktanya, banyak kematian seperti itu terjadi setiap tahun.

Di Aceh, ikan buntal ini sangat sering terjaring di pukat nelayan dan selalu dibuang, karena nelayan Aceh umumnya tahu bahwa ikan ini beracun. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved