Kamis, 23 April 2026

Provokator Aksi Jokowi End Game Tolak PPKM Tidak Terbukti

Nama seorang pria berinisial AS jdi sorotan di media sosial. AS dituding menjadi provokator aksi 'Jokowi End Game' aksi menolak Pemberlakuan PPKM

Editor: IKL
Youtube Tribun
Seruan aksi Jokowi End Game tolak PPKM. Seorang pria karyawan swasta jadi buruan polisi karena diduga jadi provokator seruan aksi yang ternyata tidak terbukti itu. 

PROHABA.CO, JAKARTA - Nama seorang pria berinisial AS jdi sorotan di media sosial. 

AS dituding menjadi provokator aksi 'Jokowi End Game' alias aksi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Sosoknya menjadi sorotan setelah muncul sebaran poster yang menuntut dirinya ditangkap dan dipenjara. 

Bahkan, sebaran poster yang berisi seruan memenjarakan AS viral di media sosial. 

Wajah AS menyebar di sosial media dengan bermacam tulisan di antaranya, 'Penjarakan orang ini!, Provokator Nasional aksi Jokowi End Game, karyawan Wendys Neo Soho Jakarta Barat'. 

Seperti diketahui, poster 'Jokowi End Game' menjadi slogan viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. 

Akan tetapi seruan untuk melakukan demo besar-besaran pada Sabtu (24/7/2021) tersebut hanya ramai di medsos saja, di dunia nyata sepi, alias hanya omong kosong atau hoaks. 

Sosok AS kini menjadi buruan polisi setelah diduga menjadi provokator terkait seruan demo menolak PPKM

Dilansir Bangkapos.com dari Wartakotalive.com, sosok AS disebut berdomisili di Jalan Dukuh II RT06/01 No.17, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. 

AS sehari-hari bekerja sebagai karyawan swasta. 

Ketua RT 06 Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Yudi mengakui AS adalah warganya. 

Namun setelah viral sebaran poster berisi seruan memenjarakan AS, sosok pria itu kini menghilang. 

Terlebih AS kini juga menjadi sosok yang dicari-cari pihak kepolisian. 

"Waktu malam Jumat itu kita masih lihat dia, bahkan waktu Idul Adha kemarin dia nyumbang kambing," kata Yudi kepada Wartakotalive.com. 

Yudi menambahkan, sejak pagi sampai sore ini aktivitas di rumah AS juga sepi. 

Tidak terlihat ada keluarga AS yang keluar rumah paska ramai jadi pembicaraan jagat maya. 

"Kalau buat ketemu sekarang mungkin agak susah ya, karena mereka kan lagi begini keadaannya," jelas dia. 

Ia tidak menyangka kalau AS menjadi buruan polisi lantaran dianggap sebagai provokator demo Jokowi End Game

Yudi menceritakan, ia mengetahui warganya menjadi target penangkapan aparat Kepolisian dari sosial media Twitter. 

"Ya saya kaget aja, enggak nyangka karena dia kesehariannya kurang bersosialisasi," ucap dia. 

Jadi Buruan Polisi 

Seruan aksi nasional menuntut Presiden Joko Widodo bertajuk "Jokowi End Game" untuk menolak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) beredar di aplikasi pesan singkat. 

Seruan aksi demo melalui pamflet itu beredar dengan narasi mengajak seluruh elemen masyarakat menolak PPKM pada Sabtu (24/7/2021). 

Dilansir Kompas.com, aksi itu disebut akan digelar dengan berjalan dari Glodok menuju Istana Negara. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan kepolisian saat ini sedang mencari orang yang menjadi provokator aksi 'Jokowi End Game' alias aksi menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Yusri mengatakan, aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan 'Jokowi End Game' tidak terbukti. 

"Sampai saat ini belum ada aksi sama sekali. Jadi banyak berikan hoax yang beredar tapi kami tetap antisipasi," Kombes Pol Yusri Yunus, Sabtu (24/7/2021), dikutip dari Tribunnews. 

Yusri menyebutkan banyak hoaks yang tersebar di masyarakat terkait demo tersebut. 

Hoaks tersebut, kata Yusri, banyak beredar di media sosial. 

Mereka menggunakan logo ojek online yang sebenarnya tidak terlibat dalam aksi tersebut. 

"Banyak yang beredar di media sosial untuk mengajak demo di Jakarta. Beberapa organisasi seperti ojol dan organisasi yang lain mengatakan tidak ikut karena mereka sadar bahwa Jakarta ini tinggi angka Covid," kata Yusri. 

Yusri tidak menyebut berapa banyak hoaks yang ditemukan oleh Polda Metro Jaya. 

Namun ia memastikan akan mencari tahu siapa penyebarnya. 

"Nanti kita cari," katanya. 

Yusri Yunus mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi ajakan unjuk rasa di tengah pandemi Covid-19 dan aturan PPKM yang masih diberlakukan. 

"PPKM level 4 mulai tanggal 21 sampai 25 sekarang diperlakukan, dengan harapan angka positif Covid-19 turun. 

Lihat rumah sakit, kuburan, sudah penuh," ujar Yusri kepada wartawan, Jumat (23/7/2021). 

Yusri mengatakan, kasus Covid-19 masih terus bertambah, baik di Jabodetabek maupun di daerah lain di seluruh Indonesia. 

Adapun penerapan PPKM darurat yang kini diperpanjang dengan nama PPKM level 4 bertujuan untuk menekan laju kasus Covid-19. 

"Apa mau diperpanjang lagi PPKM ini? 

Sementara masyarakat mengharapkan supaya bisa relaksasi. 

Coba bagaimana kalau membuat lagi kegiatan kumpul-kumpul menyampaikan pendapat di panggung dan membuat kerumunan, apakah tidak bisa menjadi klaster kerumunan?" kata Yusri. 

(Tribunnews.com/Wartakota/Kompas.com) 

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Inilah Orang yang Dituding Jadi Provokator Aksi Jokowi End Game Tolak PPKM, Seruannya Tak Terbukti

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved