Breaking News:

Warga Aceh Besar Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon, Pihak Keluarga Tak Izinkan Diautopsi

M Nasir (54) ditemukan tewas tergantung di pohon dedap (kedondong pagar) di desanya, Gampong Tampok Blang, Kecamatan Suka Makmur

Editor: bakri
FOTO FOR PROHABA
M Nasir (54) ditemukan tewas tergantung di pohon dedap (kedondong pagar) di Desa Tampok Blang, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Kamis (5/8/2021) pagi. Korban diduga bunuh diri, dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon di pohon dedap 

JANTHO - M Nasir (54) ditemukan tewas tergantung di pohon dedap (kedondong pagar) di desanya, Gampong Tampok Blang, Kecamatan Suka Makmur, Aceh Besar, Kamis (5/8/2021) pagi.

Korban diduga bunuh diri pada Rabu malam dengan cara gantung diri menggunakan tali nilon di pohon dedap alias pohon kuda-kuda yang tumbuh di pinggir sawah di Desa Tampok Blang. Penemuan mayat yang tergantung di pohon itu sontak menghebohkan masyarakat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Prohaba, Kamis (5/8/2021), pada Rabu pukul 22.00 WIB korban terlihat melewati warung bakso milik warga dengan membawa tali plastik ke arah persawahan. Itulah terakhir kali M Nasir terlihat oleh warga hingga esoknya tubuh Nasir ditemukan tergantung tak bernyawa di pohon. Menurut warga, M Nasir memang sering terlihat membawa tali ke arah persawahan.

Namun, saat menjelang tengah malam ia biasanya kembali ke rumah. Ada info yang menyebutkan bahwa Nasir belakang ini depresi karena sakit lambung menahun yang dideritanya. Namun, tak ada yang berani menegaskan bahwa dia gantung diri lantaran terpicu oleh kondisi depresi tersebab penyakitnya. Di satu sisi pihak keluarga pun tidak mengizinkan jenazah korban diautopsi. Kamis kemarin Muspika dan masyarakat setempat menurunkan jasad Nasir dari pohon tersebut.

Polisi telah melakukan Damkar Pemkab Bireuen, sehingga api cepat bisa dipadamkan dan rumah utama berhasil diselamatkan,” ujar tetangga korban. Keuchik Geulumpang Payong, Syamsuddin (57) mengaku belum mengetahui pasti sumber api yang dihuni Ramli Andip bersama istrinya, Maryati (38) dan anak mereka, Mawatul Maghfi rah (10). Ramli Andip juga mengatakan belum mengetahui persis sumber api.

Soalnya, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong. Ramli dan istrinya sedang pergi ke rumah warga sekitar, tiba-tiba diberitahukan warga bahwa rumahnya sedang terbakar. Keterangan dari sejumlah warga, tiba-tiba saja warga yang tinggal di belakang rumah Ramli melihat dapur rumah korban sudah terbakar, lalu ia minta tolong pada warga lainnya.

Pesan tersebut diteruskan secara beranting ke pihak pemadam dan PLN agar segera memutuskan arus listrik di lokasi kejadian. Komandan Regu A Pemadam Posko Kota Bireuen, Abed Rani mengatakan, saat menerima informasi tiga unit mobil Pemadam Posko Induk Kota Bireuen dan disusul satu Pemadam dari Pos Simpang Mamplam sedang berada di Bireuen.

Setiba di lokasi langsung dilakukan pemadaman kobaran api yang sedang membesar di bagian dapur rumah korban, sehingga api tak sampai merembet ke bangunan utama rumah korban. Camat Jeumpa, Eri Seprinaldi MSi juga langsung meluncur ke lokasi dan mengucapkan terima kasih kepada warga atas cepatnya mereka membantu pemadaman api. Camat berharap, bantuan masa panik kepada korban hendaknya segera disalurkan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved