Breaking News:

Dua Pemerkosa Janda di Nagan Divonis 270 Kali Cambukan, Jaksa Inginkan Terpidana Dipenjara

Dua pemerkosa janda di Nagan Raya divonis hukuman cambuk dalam sidang pamungkas, Kamis (2/9/2021) petang. Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah (MS)

Editor: bakri
Stomp - The Straits Times
Ilustrasi perkosa 

SUKAMAKMUE - Dua pemerkosa janda di Nagan Raya divonis hukuman cambuk dalam sidang pamungkas, Kamis (2/9/2021) petang. Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah (MS) Suka Makmue, Nagan Raya, menjatuhi hukuman cambuk terhadap M Yani (20 tahun) dan Roni Safrizal (30 tahun).

Kedua warga Darul Makmur, Nagan Raya ini masing- masing dipidana cambuk 135 kali yang kalau ditotal hukuman keduanya menjadi 270 kali cambukan. Vonis majelis hakim tersebut jauh berbeda dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang sebelumnya yang menuntut masing-masing terdakwa dengan hukuman penjara selama 138 bulan (11,5 tahun).

Berdasarkan informasi yang diperoleh Prohaba, Kamis petang, sidang vonis itu digelar terbuka, sedangkan pembacaan vonis selesai pukul 18.30 WIB. Sidang itu digelar melalui video conference (vidcon). Majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Nagan Raya berada di MS Suka Makmue, sedangkan kedua terdakwa ikut sidang dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Meulaboh, Aceh Barat, tempat selama ini mereka ditahan. Si d a n g k a s u s p e - merkosaan itu dipimpin Ikhram Soderi, didampingi dua hakim anggota. Sedangkan JPU dari Kejari Nagan Raya dalah Dedek Syumartha Suir. Dalam persidangan ini, kedua terdakwa tidak didampingi penasihat hukum (PH).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara dan meyakinkan telah melakukan jarimah pemerkosaan. "Oleh karenanya, menjatuhkan hukuman uqubat cambuk masing-masing 135 kali kepada terdakwa dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan," ujar hakim ketua. Terkait putusan itu, hakim mempertanyakan kepada kedua terdakwa dan JPU.

Menjawab pertanyaan majelis hakim, kedua terdakwa menyatakan menerima hukuman itu, tapi JPU pikirpikir selama satu pekan. Jaksa tak langsung terima, karena ia menuntut kedua terdakwa untuk dipidana kurungan, tapi majelis hakim menghukum mereka dengan uqubat cambuk. Opsi cambuk, pidana kurungan, dan denda memang diatur di dalam Qanun Aceh tentang Hukum Jinayat. Seperti pernah diberitakan, Polres Nagan Raya bersama Polsek Darul Makmur berhasil membekuk dua pemuda asal kabupaten setempat, Selasa (8/6/2021) malam.

Kedua pemuda tersebut diduga terlibat kasus rudapaksa (pemerkosaan) dan pemerasan terhadap seorang janda berinisial A (22), warga sebuah desa di Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya. Kedua tersangka pelaku, yaitu RS (30), dan MY (20), merupakan warga Desa Blang Baro, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya. Kejadian itu bermula saat wanita A sedang dalam perjalanan menggunakan sepeda motor dengan pria J (26), warga Darul Makmur. Korban hendak menuju Desa Karang Anyer, Kecamatan Darul Makmur, sekira pukul 20.00 WIB, untuk memasang karet behel giginya. Namun mendadak, sepmor mereka mogok di jalan yang sepi dan dipenuhi pepohonan sawit.

Tiba-tiba saja, dua pemuda menghampiri mereka. Kedua pemuda itu bukannya menolong, tapi malah menarik korban ke semak- semak sekitar lokasi tersebut dan memisahkannya dengan pria J yang bepergian dengan korban. Lalu, kedua pria tersebut melampiaskan nafsu bejatnya dengan menggilir korban. Setelah puas, handphone dan barang bawaan korban ikut mereka ambil. Korban ditinggalkan begitu saja oleh kedua pelaku yang kabur dari jalan yang sepi tersebut. Korban berupaya meminta tolong, sehingga kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Darul Makmur.

Begitu menerima laporan atas kasus perkosaan itu, personel polsek yang dipimpin Kapolsek langsung berkoordinasi dengan Polres Nagan Raya. Sekitar satu jam kemudian, kedua tersangka pelaku berhasil dibekuk polisi di kawasan Alue Bilie, Kecamatan Darul Makmur.

Guna proses penyelidikan lebih lanjut, kedua tersangka yang sehari-hari bekerja wiraswasta itu dibawa ke Mapolres Nagan Raya. Dari sanalah proses hukum terhadap kedua penjahat kelamin itu dimulai hingga divonis bersalah oleh majelis hakim. Algojo atau eksekutor dengan cambuk rotan di tangan sudah menunggu mereka pada hari eksekusi nantinya. (riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved