Senin, 13 April 2026

#Kriminalitas

Kronologi Kejadian Remaja Perempuan Yang Dikabarkan Hilang, Ternyata Dirampok dan Dirudapaksa Teman

NS, remaja perempuan yang sempat dinyatakan hilang oleh pihak keluarga ternyata diculik, dirampok dan dirudapaksa teman laki-lakinya.

Editor: IKL
TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH
Keluarga NS didampingi kuasa hukumnya saat mendatangi Polrestabes Medan untuk membuat laporan, Jumat (10/9/2021).(TRIBUN MEDAN/ALFIANSYAH) 

PROHABA.CO, MEDAN - NS, remaja perempuan yang sempat dinyatakan hilang oleh pihak keluarga ternyata diculik, dirampok dan dirudapaksa teman laki-lakinya.

Menurut kuasa hukum korban saat membuat laporan ke Polrestabes Medan, NS diduga dirudapaksa di kediaman terduga pelaku berinisial RF di Lau Dendang. 

"Kami berencana membuat laporan agar kasus ini bisa diselidiki polisi," kata Indra Damanik, kuasa hukum korban, Jumat (10/9/2021).

Indra menceritakan, kronologi kejadian yang menimpa NS bermula pada Sabtu (28/8/2021) lalu.

Saat itu, NS pamit ke orangtuanya untuk mengerjakan tugas sekolah ke rumah temannya yang tidak jauh dari rumahnya di kawasan Simalingkar B Medan, Kecamatan Medan Tuntungan.

"Sewaktu di rumah temannya, NS menerima chat dari RF yang menanyakan keberadaan korban. Setelah dijawab, RF dan satu orang temannya datang mengunakan sepeda motor menjemput NS," katanya.

Ia menjelaskan, NS pun langsung dibawa oleh kedua pelaku dengan posisi NS berada di tengah menumpangi sepeda motor.

"Mereka (pelaku) membawa NS dengan posisi NS dibonceng di tengah antara RF dan rekannya," ucapnya.

Lebih lanjut, Indra menyebutkan bahwa handphone milik korban juga diambil oleh pelaku, dan letakkannya di dalam bagasi sepeda motor, sehingga korban tidak bisa menghubungi keluarganya.

"NS dibawa berkeliling. Di tengah perjalanan, NS diberikan minum air mineral yang isinya sudah setengah. Karena perjalanan yang jauh, NS menurut saja," sebutnya.

Dia mengatakan, setelah NS meminum minuman yang diberikan oleh pelaku, korban merasakan ngantuk dan seperti lemas tidak berdaya.

Lalu, NS dibawa ke rumah RF yang berada di kawasan Lau Dendang, Kabupaten Deliserdang.

"Sesampainya di sana, NS tertidur dan tidak menyadari apa yang terjadi terhadap dirinya," tuturnya.

Indra menambahkan, setelah dua hari korban tidak pulang, orangtua korban melapor bahwa anaknya telah hilang ke polsek terdekat.

Namun, laporannya ditolak dengan alasan tidak membawa berkas.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved