Breaking News:

Petugas Tangkap Empat WTS di Meulaboh, Sering Di-booking Pekerja dari Luar Aceh

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Barat menangkap empat wanita tuna susila (WTS)  di sebuah...

Editor: Muliadi Gani
PROHABA/SA'DUL BAHRI
Para wanita tuna susila diamankan di Kantor Satpol PP dan WH, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (12/9/2021). 

PROHABA.CO, MEULABOH - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Barat menangkap empat wanita tuna susila (WTS)  di sebuah penginapan kawasan Jalan Gajah Mada, Meulaboh, Minggu (12/9/2021) sekitar pukul 1.30 WIB dini hari.

Keberadaan wanita itu telah lama dicurigai petugas, sehingga dilakukan pengintaian sejak empat hari lalu.

Akhirnya petugas dan warga melakukan penggerebekan pada malam itu.

"Empat wanita ini semuanya pemain, berdasarkan hasil keterangan dari para wanita yang diperiksa di Kantor Satpol PP dan WH," kata Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, Dodi Bima Saputra kepada ProHaba, Minggu (12/9/2021).

Empat WTS yang digelandang ke Kantor Satpol PP dan WH masing-masing YM (23) warga Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, JN (30) Warga Desa Suak Ribee, Kecamatan Johan Pahlawan, MR (25) Desa Babah Dua, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, dan AG (24) asal Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Dari keempat wanita tersebut, satu di antaranya masih memiliki suami, sementara tiga lainnya janda cerai hidup.

Kasatpol PP dan WH menyebutkan, saat penangkapan, pria hidung belang yang diduga mem-booking para WTS tersebut melarikan diri dari kamar masing-masing.

Baca juga: Kasus Prostitusi Dilimpah ke Mapolres Aceh Barat

Baca juga: Polisi Bongkar Prostitusi Online di Nagan Raya ,Cari ‘User’ di Wilayah Barsela

Mereka kabur lewat jalan belakang saat petugas sedang berdebat dengan resepsionis penginapan.

Selain mengamankan 4 WTS, petugas juga membawa petugas resepsionis AS (25) yang diduga sebagai penyedia tempat untuk para wanita malam tersebut.

Menginap Dalam Sel

Setelah dibawa ke Kantor Satpol PP dan WH, keempat WTS dan penyedia tempat diinapkan dalam sel tahanan di kantor tersebut.

Para WTS terpaksa menginap di sel wanita, sementara AS si penyedia tempat prostitusi ditahan di sel pria.

“Kasus ini akan kita limpahkan ke Polres Aceh Barat untuk proses lebih lanjut,” kata Kepala Satpol PP dan WH Aceh Barat, Dodi Bima Saputra, Minggu (12/9/2021).

Dodi Bima menambahkan, dari interogasi diketahui bahwa para WTS sering di-booking oleh para pekerja dari luar Aceh yang bekerja di beberapa perusahaan perkebunan dan pertambangan di Nagan Raya dan Aceh Barat.(c45)

Baca juga: Mahasiswi Jadi Mucikari Prostitusi Online di Nagan Raya Ditangkap Polisi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved