Breaking News:

Polisi Tangkap Residivis Pencuri 11 Sepeda Motor

Tim Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya (Pijay) membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), MKI bin IS (30), warga Kemukiman Pangwa

Editor: bakri
FOTO FOR PROHABA
KASAT Reskrim Polres Pijay, AKP Dedy Miswar SSosI (kanan) bersama tim penyidik mengamankan tersangka pelaku curanmor, MKI bin Is (dua dari kanan) di Mapolres Pidie Jaya, Selasa (14/9/2021). 

* Betis Tersangka Didor Saat Lari

MEUREUDU - Tim Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya (Pijay) membekuk pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), MKI bin IS (30), warga Kemukiman Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pijay, pada Minggu (12/9/2021) sekira pukul 12.15 WIB " S e t e l a h m e l a k u - kan pengembangan kasus sepanjang Senin (13/9/2021), maka dari tangan pelaku tim berhasil mengamankan tujuh unit sepmor berbagai jenis serta satu unit handphone merek Oppo CPH 2043," kata Kapolres Pijay, AKBP Musbagh Ni'am MH melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Miswar SSosI kepada Prohaba, Selasa (14/9/2021).

Kasat Reskrim Pijay, AKP Dedy Miswar menjelaskan, tersangka pelaku curanmor tersebut dibekuk setelah mendapat laporan dari empat korban, yaitu Laila Khalidi, Zulhelmi Rusli, Junaidi, dan Sudirman yang mengaku kehilangan da motor. Semua pelapor merupakan warga Kecamatan Meureudu dan Trienggadeng, Pijay.

Saat diinterogasi, MKI bin IS mengaku sebagai residivis, di mana sejak April 2021 ia ke luar dari penjara setelah masa hukumannya berakhir. Dari hasil pengakuan tersangka, hingga Senin (13/9/2021) malam ia telah mencuri sebelas unit sepmor warga di dua kecamatan, yaitu Trienggadeng dan Meureudu. Sejauh ini tim penyidik baru menemukan tujuh unit sepmor dan sisanya empat lagi masih dalam pencarian dan diduga sudah dilego tersangka ke penadah atau dia sewakan ke pihak lain sebagai ojek (RBT).

"Selama ini, pelaku juga kerap merentalkan sepmor hasil curiannya kepada warga lain. Kemungkinan ini pun sedang ditelusuri," jelasnya Di sisi lain, Kasat Reskrim Polres Pijay, AKP Dedy Miswar SSosI juga mengatakan, pelaku sempat dilumpuhkan dengan timah panas saat ditangkap pada Minggu (12/9/2021) siang karena melakukan perlawanan kepada aparat penegak hukum dengan cara melarikan diri.

Lalu tim mengambil tindakan tegas dengan melepaskan tembakan ke betisnya supaya tak lagi bisa lari. "Pelaku ini terancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara dengan disangkakan melanggar Pasal 363 KUHPidana," ujarnya. (c43)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved