Breaking News:

Kriminal

Didatangi Polisi, Atok Kabur Tinggalkan Enam Paket Sabu

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tamiang resmi menetapkan M alias Atok (51), sebagai buronan kasus narkotika jenis sabu-sabu...

Editor: Muliadi Gani
FOTO: DOK. POLRES ACEH TAMIANG
KAPOLRES Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali memperlihatkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari lima tersangka, Senin (11/10/2021) di mapolres setempat. Tersangka utama ini masih buron. 

PROHABA.CO, KUALASIMPANG - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tamiang resmi menetapkan M alias Atok (51), sebagai buronan kasus narkotika jenis sabu-sabu.

Status ini disandang Atok setelah dia kabur saat polisi mendatangi rumahnya di Simpang Lhee, Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang, Jumat (8/10/2021) lalu.

Kedatangan polisi ke rumah Atok bukan tanpa alasan.

Pasalnya, berdasarkan pengembangan yang sedang dilakukan tim Opsnal Satresnarkoba Polres Aceh Tamiang, Atok dituduh sebagai pemasok utama narkoba kepada beberapa tersangka pelaku yang sudah terlebih dahulu ditangkap.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali merincikan, dugaan keterlibatan Atok berawal dari penangkapan YIA alias Miing (41), warga Perdamaian, Kota Kualasimpang, beberapa jam sebelumnya.

Dalam pengembanganannya, polisi berhasil meringkus empat tersangka lainnya, yakini IF (25), HEA (39), RS (35), dan Nof (31).

Semunya merupakan warga Kota Kualasimpang yang ditangkap pada hari yang sama.

Baca juga: Terlibat Sabu, Dua Pemuda Bireuen Ditangkap Polres Pijay

“Dari masing-masing tersangka kami temukan barang bukti narkoba.

Setelah ditelusuri ternyata narkoba ini berasal dari M (Atok),” kata Imam, Senin (11/10/2021).

Merujuk informasi tersebut, polisi pun langsung bergerak cepat mendatangi rumah Atok pada hari itu juga.

Hanya saja kedatangan polisi tampaknya sudah terendus oleh Atok, sehingga dia lebih dulu kabur sebelum polisi tiba.

Namun, karena diduga terburu-buru, Atok belum sempat membawa serta narkoba yang selama ini disimpan di rumahnya.

“M kita tetapkan sebagai DPO, dia kabur meninggalkan barang bukti sabu-sabu empat paket besar, tiga paket kecil, timbangan, dan ponsel,” lanjut Imam.

Sejauh ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain atau bandar yang lebih besar dalam jaringan itu.

Para tersangka dijerat penyidik dengan Pasal 114 ayat (1) Subpasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan ancaman penjara minimal lima tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar. (mad)

Baca juga: BNN Gerebek FIB USU, 31 Orang Positif Narkoba, 3 Pengedar Jadi Tersangka

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved