Rabu, 22 April 2026

Olahraga

Lawan Luxemburg, Ronaldo Cetak Trigol

Cristiano Ronaldo sukses menyumbangkan tiga gol alias hattrick untuk kemenangan 5-0 Portugal menghadapi Luxemburg dalam partai kualifikasi Piala ...

Editor: Muliadi Gani
AFP/CARLOS COSTA
CRISTIANO Ronaldo, mesin pencetak gol yang tak pernah kehabisan bensin dari musim ke musim. 

Baru, ketika hijrah ke Real Madrid, Ronaldo lebih sering difokuskan sebagai pencetak gol utama.

Ronaldo menjadi mesin pencetak gol yang menembak di seluruh area lini depan.

Tak peduli kiri, kanan, atau tengah, Ronaldo tampil bertaji.

Musim perdananya di La Liga Spanyol (2009/2010), ia sukses menorehkan 26 gol.

Menghitung di seluruh kompetisi, Ronaldo membuat publik Santiago Bernabeu takjub dengan lesatan 33 gol.

Lalu, kedatangan Jose Mourinho di Real Madrid mengubah peran yang diemban Ronaldo.

The Special One membentuknya sebagai penyerang kiri yang memiliki kebebasan untuk bermain dalam dan menyisir area sayap.

Apakah jumlah gol Ronaldo berkurang? Tentu saja tidak.

Di era kepelatihan Mourinho, CR7, demikian julukan Ronaldo, sukses menyumbangkan 168 gol dari 164 pertandingan.

Baca juga: Ronaldo “Selfie” Bareng Timnas Portugal

Torehan yang tak masuk akal sebagai pemain sayap.

Ronaldo sejatinya adalah satu dari sedikit pemain yang bisa bermain di lebih dari satu posisi dengan sama baiknya.

Laga debutnya di Manchester United, dia bermain di gelandang kiri, dengan keleluasaan untuk berpindah sisi.

Lalu, dia permanen di posisi gelandang kanan.

Dia bisa didorong lebih ke depan memanfaatkan kemampuannya mencari ruang di area pertahanan lawan membuatnya dipercaya sebagai "target man".

Ronaldo mampu mencetak gol dengan pergerakannya sendiri, yaitu berlari dan melewati lawan, ia juga dapat mencetak gol dari luar kotak penalti dengan memanfaatkan kualitas tendangannya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved