Jumat, 1 Mei 2026

Bupati Sebut Viralnya Kasus Kematian Anjing Rugikan Singkil

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid mengatakan, viralnya kasus kematian anjing yang dipindahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari lokasi

Tayang:
Editor: Bakri
FOTO FOR PROHABA
NETIZEN di Aceh Singkil memviralkan video ketika wisatawan yang berjalan di depan Kimo Resort, Pulau Panjang, Aceh Singkil, dikejar anjing bernama Canon. Wisatawan tersebut terpaksa lari ke laut untuk menghindari gigitan si Canon. Tapi kini anjing itu sudah mati setelah dipindahkan petugas Satpol PP Aceh Singkil dari Pulau Panjang ke daratan Singkil. 

* Ada Warga Mengaku Digigit si Canon

SINGKIL - Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid mengatakan, viralnya kasus kematian anjing yang dipindahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dari lokasi wisata Pulau Panjang, Kecamatan Pulau Banyak, ke daratan Singkil, merugikan daerahnya.

Apalagi indisen itu terjadi di saat persiapan penandatanganan MoU investasi Uni Emirat Arab (UEA) di Abu Dhabi pada sektor pariwisata di Kepulauan Banyak.

Hal itu sangat merugikan imej sektor pariwisata Pulau Banyak, sebab informasi yang tersebar memojokkan pihaknya, tanpa terlebih dahulu dipelajari kejadian yang sesungguhnya.

"Jelas merugikan. Padahal, tindakan pemerintah mengacu pada aturan," kata Dulmusrid di Singkil, Selasa (26/10/2021).

Dulmusrid juga mempertanyakan, sikap pihak yang mempermasalahkan kematian anjing di daerahnya, mengingat mereka tidak bersikap yang sama terhadap daerah lain yang bahkan sengaja membunuh anjing untuk dimakan.

Sementara di daerahnya anjing itu hanya dipindahkan dari lokasi wisata, karena telah resahkan wisatawan, tapi itu pun  terus-menerus dipersoalkan.

Begitu halnya dengan kematian anjing hitam bernama Canon itu, sengaja diframing seakan-akan disiksa, lalu mati. Padahal, proses pemindahannya dari lokasi wisata sudah dikomunikasikan terlebih dahulu dengan si pemilik anjing.

"Mengapa anjing yang sengaja dibunuh dalam jumlah banyak di daerah lain tidak dihebohkan," tanyanya.

Kendati merugikan daerahnya, Dulmusrid mengaku tetap berupaya memberikan penjelasan dengan harapan tidak terus disudutkan akibat kematian anjing itu.

Bupati Dulmusrid saat bertemu Kajati Aceh, Muhammad Yusuf juga meminta bantu untuk menepis isu negatif dari viralnya kematian anjing bernama Canon itu.

Dia akui bahwa yang dilakukan petugas Satpol PP hanya menjalankan tugas untuk membersihkan kawasan wisata di Pulau Banyak dari anjing karena kawasan itu termasuk ke dalam area wisata islami.

Sementara itu, Eko Candra Bungsu (26), warga Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, mengaku menjadi korban gigitan anjing yang bernama Canon itu.

Peristiwa itu terjadi ketika ia sedang berjalan di pinggir pantai di depan Kimo Resort. Tiba-tiba dari arah belakang kaki kanannya diterkam anjing hitam.

Akibatnya, Eko harus mendapat perawatan di Puskesmas Pulau Banyak, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Singkil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved