Pemuda Samarinda Hilang di Danau Bekas Tambang

Loncat dari tebing setinggi lebih kurang 30 meter, seorang pemuda di Kota Samarinda, Kalimatan Timur, hilang di danau bekas tambang di Desa Makroman,

Editor: Muliadi Gani
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Basarnas Samarinda tiba di lokasi tenggelamnya Febi Abdi Witanto saat berenang di danau eks tambang. 

PROHABA.CO, SAMARINDA - Loncat dari tebing setinggi lebih kurang 30 meter, seorang pemuda di Kota Samarinda, Kalimatan Timur, hilang di danau bekas tambang di Desa Makroman, Kecamatan Sambutan, Minggu (31/10).

Korban diduga pingsan setelah dadanya terlebih dahulu menghantam permukaan air danau usai meloncat.

Korban yang diketahui bernama Febi Abdi Witanto (25), warga RT 10, Desa Makroman, Kecamatan Sambutan, tersebut sempat terlihat mencoba merangkak ke pinggir danau.

"Kami melihat dia (Febi) langsung naik ke pinggir danau, merangkak.

Saat itu kami kira bercanda," terang Dani (23), salah satu saksi mata yang juga rekan korban.

Melihat kondisi Febi tersebut, rekan-rekan korban pun segera turun untuk menolong.

Namun sesampainya di kaki tebing, para saksi mengaku tak lagi melihat korban.

"Pas kita sampai di bawah, dia sudah enggak ada, masuk lagi ke air (tenggelam)," katanya.

Menurut Dani, kejdaian itu berawal saat Febi dan lima orang temannya pergi berenang ke danau bekas tambang yang lokasinya tak jauh dari permukiman warga.

Baca juga: Dua Korban Speedboat Tenggelam di Perairan Tual Maluku Belum Dapat Ditemukan

Baca juga: Bocah asal Sumatera Utara Tewas Tenggelam di Pantai Lampuuk

Sesampainya di lokasi, korban dan tiga orang sepakat berenang dan rekan lainnya merekam aksi loncat dari tebing itu. Korban pun berinisiatif untuk meloncat ke danau pertama kali.

Sementara itu, melihat korban tak ada di pinggir danau dan menduga tenggelam, rekan korban segera melapor ke Polresta Samarinda.

Petugas gabungan dari Relawan Inafis, Tim CSI dan Palang Merah Indonesia (PMI) segera menuju lokasi.

Lalu, petugas mengamankan sejumlah barang-barang yang diduga milik korban, yaitu hoodie, sandal, masker berwarna putih dan sebilah pisau.

"Sementara kita amankan lokasi dengan police line, kita juga dibantu penerangan dari relawan-relawan kota Samarinda.

Dan sudah berkoordinasi dengan Tim SAR karena korban harus dicari menggunakan peralatan menyelam yang memadai," tutur Ketua Relawan Inafis Udi Rahman.

Hingga berita ini diturunkan, warga dan petugas gabungan masih melakukan pencarian di danau sembari menunggu Tim SAR Samarinda.(kompas.com)

Baca juga: Mobil Berisi Satu Keluarga Tenggelam di Sungai Konawe Saat Hendak Menyebrang Rakit, 3 Orang Tewas

Baca juga: Ditinggal Sang Ibu Cari Ikan, Bocah 3 Tahun Tenggelam

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved