Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Nasional

Ancaman Listrik Padam Bayangi Sumatra karena Stok Batubara Menipis, PLN Minta Atensi Gubernur

Kondisi tersebut terjadi seiring terhentinya distribusi batubara akibat pembatasan operasional truk pengangkut di wilayah Sumatera Selatan

Tayang:
Editor: Misran Asri
sripoku.com/ehdi amin
MOBIL PENGANGKUT BATUBARA - Ilustrasi mobil angkutan batubara di Lahat saat melintas di Jalinsum Merapi Area beberapa waktu lalu. 

Kondisi tersebut terjadi seiring terhentinya distribusi batubara akibat pembatasan operasional truk pengangkut di wilayah Sumatera Selatan

PROHABA.CO, JAKARTA – Ancaman pemadaman listrik di Sumatra kembali dikhawatirkan terjadi setelah stok batubara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bengkulu dilaporkan menipis. 

Risiko gangguan pasokan listrik yang bakal terjadi bila tidak diatasi diungkapkan pihak PT PLN (Persero). 

PLN menyebutkan pasokan batubara yang tersisa saat ini hanya cukup untuk sekitar tiga hari operasional pembangkit. 

Kondisi tersebut terjadi seiring terhentinya distribusi batubara akibat pembatasan operasional truk pengangkut di wilayah Sumatera Selatan. 

PLN pun meminta agar akses angkutan batubara kembali dibuka demi menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sumatra bagian selatan. 

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) Rizal Calvary Marimbo mengatakan, gangguan distribusi ini berdampak langsung pada rantai pasok energi primer pembangkit. 

PLTU Bengkulu, kata dia, memiliki peran strategis dalam menopang pasokan listrik regional. 

Baca juga: Surplus Perdagangan Aceh Capai Rp 565 Miliar, Batubara Jadi Primadona Ekspor

Baca juga: MPG Terus Berupaya Pastikan Pasokan Batubara untuk PLTU 3 & 4 Nagan Raya

“Saat ini PLTU tidak mendapatkan pasokan batu bara karena adanya desakan dari pemerintah provinsi. Stok yang tersedia sangat terbatas dan hanya cukup untuk tiga hari ke depan,” ujar Rizal, melalui keterangannya ke Kompas.com, Kamis (22/1/2026). 

Pasokan tersendat, risiko pemadaman meluas 

Rizal menjelaskan, PLTU Bengkulu merupakan bagian penting dari sistem kelistrikan Sumatera, khususnya Sumatera bagian selatan. 

Jika pasokan batubara tidak segera pulih, kapasitas pembangkit berpotensi menurun dan mengganggu keandalan pasokan listrik. 

“Apabila distribusi batu bara tidak segera kembali normal, maka potensi pemadaman listrik tidak hanya terjadi di Bengkulu, tetapi dapat meluas ke beberapa wilayah di Sumatera Selatan, bahkan hingga Jambi,” kata Rizal. 

Sebelumnya, distribusi batubara ke PLTU Bengkulu terhambat akibat pembatasan operasional sekitar 150 truk pengangkut. 

Pembatasan ini berkaitan dengan aspirasi pemerintah daerah dan masyarakat terkait dampak lalu lintas serta aktivitas angkutan batubara terhadap lingkungan dan kondisi sosial setempat. 

Baca juga: 20 Gardu Induk Kembali Beroperasi, PLN Pastikan Listrik Aceh Normal Lagi

Baca juga: Aksi Pencurian Kabel Trafo PLN di Langsa Baro, Sekitar 30 Rumah Padam

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved