Kriminal
Kesal Dibentak, Pria Tegal Habisi PSK Saat Kencan
S alias Lusi (19), seorang pekerja seks komersial (PSK) tewas di tangan pelanggannya, Roynaldi Ade Pradana (21). Pelaku tega membunuh perempuan ...
"Pelaku yang berada di dalam langsung lari keluar rumah menuju ke arah pantai," ungkap Wakapolres Tegal Kompol Didi, saat gelar perkara di halaman Mapolres setempat, Rabu (26/1).
Setelah mendobrak pintu kamar, Waluyo langsung berusaha menyalakan lampu yang saat itu kondisinya mati.
Korban ditemukan dalam keadaan terbaring lemas tak berdaya, bagian wajah dan leher terdapat luka lebam.
Korban sempat dibawa ke RSUD Suradadi menggunakan sepeda motor, tapi setibanya di rumah sakit Lusi sudah dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: PSK di Bali Muntah Darah dan Tewas Usai Bekerja dengan Tamu Bule
Mengetahui hal tersebut, saksi mata yaitu Waluyo dan salah satu teman korban langsung melaporkan kejadian ke Polsek Suradadi untuk ditindak.
Polisi pun turun tangan dan mengamankan pelaku pada Selasa (25/1) sekitar pukul 02.30 WIB.
Dari hasil otopsi, korban tewas karena mengalami kekerasan terutana di bagian wajah, leher, dan luka lecet di leher serta dada.
Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti yakni sebuah ponsel dan satu sarung bantal dengan bercak darah.
Menurut Kompol Didi, saat diperiksa petugas, pelaku mengaku tega membunuh Lusi karena korban membentaknya dan menyuruhnya cepat menyelesaikan kencan.
Lusi kemudian dicekik dan dibekap hingga tewas.
"Sesuai pengakuan pelaku, motifnya emosi karena korban meminta untuk segera menyudahi hubungan intim, padahal saat itu pelaku belum merasa puas.
Merasa kesal dan sudah membayar, akhirnya pelaku gelap mata dan melakukan kekerasan terhadap korban hingga meninggal dunia," kata Kompol Didi.
"Adapun sebab kematian karena dibekap dan dicekik yang mengakibatkan mati lemas," tambah dia.
Baca juga: Pengakuan PSK Tertua, Sudah Layani 335.000 Pria
Roynaldi pun mengakui jika ia membunuh Lusi karena terpancing emosi korban yang memintanya untuk cepat selesai.
Lusi beralasan ia sedang ditunggu oleh tamu yang lain.
