Lebih dari Satu Penghuni Meninggal di Kerangkeng
Misteri kerangkeng di belakang rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin-angin perlahan-lahan mulai terungkap. Polda Sumatera Utara ...
Saat ditanya kapan terakhir ada korban meninggal dunia, Anam menjawab singkat.
Baca juga: Komnas HAM Kunjungi Kerangkeng Milik Bupati Langkat, Karakternya Serupa dengan Tahanan
"Tidak sampai satu tahun (dari temuan ini)," terangnya.
Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menerangkan, polisi saat ini tengah berfokus pada temuan hilangnya nyawa orang di kerangkeng Bupati nonaktif Langkat.
Ia menegaskan, tidak boleh ada orang meninggal tanpa kejelasan.
"Oleh sebab itu, kita akan berproses dan mendalami masalah ini kenapa sampai seperti itu.
Mohon waktu dan kepercayaan teman-teman sekalian.
Tentunya terus kita bekerja sama dengan semua stakeholder.
Baik itu teman-teman Komnas HAM, dengan teman-teman lainnya, kita akan saling tukar menukar informasi untuk mendalami tindak pidana yang berkaitan dengan hilangnya nyawa orang ini," paparnya.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menemukan sejumlah keganjilan dari kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin-angin.
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menyampaikan, berdasar informasi yang dihimpun di lapangan, tidak semua penghuni kerangkeng merupakan pengguna narkoba.
Baca juga: Eks Bupati Langkat: Kerangkeng untuk Rehabilitasi Penyalahgunaan Narkoba
"Contohnya ada yang judi, ada yang tak setia sama istrinya, mencuri, jadi macam-macam.
Makanya diksi rehabilitasi itu jauh dari kenyataan," bebernya.
Temuan lainnya yakni para penghuni kerangkeng tidak bisa berkomunikasi dengan keluarganya melalui ponsel.
Mereka juga tidak bisa menjalankan ibadah sebagaimana wajarnya.
"Kami lihat ada sajadah, tapi kami tanya apakah boleh shalat Jumat, tidak boleh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/Begini-penampakan-kerangkeng-di-belakang-rumah-Bupati-nonaktif-Langkat.jpg)