Berita Sepakbola
Liverpool vs Everton, Laga Krusial Beda Kepentingan
The Reds butuh kemenangan untuk tetap bisa bersaing menjadi juara, sedangkan bagi The Toffees butuh poin agar terhindar dari degradasi
The Toffees hanya mencatatkan enam poin tandang sepanjang musim ini, bisa berada di posisi tiga terbawah pada saat pertandingan dimulai di Anfield.
Everton saat ini berada satu tempat di luar zona degradasi, unggul satu poin dari Burnley yang berada di urutan ke-18, yang sudah memainkan satu pertandingan ekstra.
Lampard mengatakan, dia akan puas jika meraih satu poin di Anfield.
Ada tekanan untuk menghindari tergelincir ke liga kasta kedua untuk pertama kalinya sejak 1954.
"Ini adalah pertandingan sulit yang akan kami hadapi, jangan khawatir tentang itu," katanya.
Kunjungan terakhir Lampard ke Anfield sebagai manajer terjadi pada tahun 2020 ketika Chelsea kalah 3-5 di laga tanpa penonton.
Laga itu berkesan karena pertengkaran Lampard dengan Klopp di pinggir lapangan, Lampard terdengar meneriakkan kata-kata kasar kepada bos The Reds.
Lampard mengatakan tidak ada dendam setelah pertengkaran itu.
Ketika ditanya bagaimana perasaannya tentang kembali ke stadion Anfield dengan stadion penuh penonton, Lampard mengakui kesalahannya saat itu.
"Saya mungkin salah.
Kita semua pernah melakukannya.
Saya telah mengenal Jurgen sejak saat itu ketika saya menangani Chelsea dan semuanya baik-baik saja," katanya.
Dengan pertandingan Liga Champions melawan Villarreal di depan mata, Klopp memiliki kebebasan untuk merotasi skuatnya.
Kekuatan Liverpool saat ini penuh, kecuali Roberto Firmino yang membutuhkan penilaian pada cedera kakinya.
Pemain Everton Dominic Calvert-Lewin, Donny van de Beek dan Andre Gomes akan absen karena cedera, sementara Andros Townsend, Tom Davie dan Nathan Patterson sudah absen untuk waktu yang lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/LIVERPOOL-dan-Everton-aka.jpg)