Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Simulasikan Serangan Nuklir Melenyapkan Inggris

Stasiun televisi milik Pemerintah Rusia menayangkan simulasi serangan nuklir Moskwa ke wilayah Inggris. Sang pembawa acara, Dmitry Kiselyov, ...

Editor: Muliadi Gani
YOUTUBE/THE TELEGRAPH
Tangkapan layar dari kanal YouTube The Telegraph yang menampilkan Dmitry Kiselyov dalam program News of the Week yang disiarkan Rossiya-1 menyampaikan dua simulasi serangan yakni serangan dengan rudal Sarmat dan serangan nuklir dengan kendaraan nirawak bawah laut di Inggris. 

PROHABA.CO, MOSKWA - Stasiun televisi milik Pemerintah Rusia menayangkan simulasi serangan nuklir Moskwa ke wilayah Inggris.

Sang pembawa acara, Dmitry Kiselyov, mengatakan bahwa jika serangan nuklir tersebut benar-benar diluncurkan, Irlandia dan Inggris akan hancur dan tenggelam.

Dalam program News of the Week yang disiarkan Rossiya-1, Kiselyov menyampaikan dua simulasi serangan yakni serangan rudal Sarmat dan serangan nuklir dengan kendaraan nirawak bawah laut.

Kiselyov menuding bahwa Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah mengancam Rusia dengan serangan nuklir selama perang di Ukraina, sebagaimana dilansir The Stars and Stripes, Selasa (3/5).

Kiselyov berujar, hanya dengan serangan rudal Sarmat satu saja, sudah cukup untuk menenggelamkan dan meratakan satu kepulauan di Inggris dan Irlandia.

Baca juga: Menlu Rusia Ingatkan Dunia Tak Remehkan Risiko Perang Nuklir Jika NATO Tetap Ikut Perang

“Hanya dengan sekali peluncuran, Boris, Inggris tidak akan ada lagi,” papar Kiselyov, sebagaimana dilansir The Telegraph.

“Opsi lain adalah menenggelamkan Inggris ke dalam laut menggunakan kendaraan nirawak bawah laut Rusia, Poseidon,” kata Kiselyov.

Dia menjelaskan, serangan nuklir dari bawah laut tersebut memiliki daya ledak hingga 100 juta ton dan akan menciptakan tsunami raksasa di sepanjang garis pantai.

Kiselyov menambahkan, tsunami dengan radioaktif sebesar itu akan membuat apa pun menjadi gurun yang tidak layak huni untuk waktu yang lama.

Video simulasi dalam segmen tersebut menunjukkan peta di mana Irlandia dan Inggris tidak ada lagi.

Video simulasi serangan nuklir Rusia tersebut disambut dengan skeptisisme dan kritik di Irlandia, termasuk Perdana Menteri Irlandia Michael Martin.

Baca juga: Zelensky Peringatkan Dunia atas Ancaman Senjata Nuklir Putin

Martin menggambarkan kepada penyiar nasional Irlandia RTE bahwa simulasi serangan nuklir Rusia sebagai taktik tipe intimidasi yang sangat jahat.

Dia lantas berseru kepada Rusia untuk meminta maaf.

“Ini mencerminkan pola pikir yang mengkhawatirkan dan tidak berhubungan dengan kenyataan,” kata Martin.

Sementara itu, Johnson terus melanjutkan dukungannya untuk Ukraina pada hari-hari sejak video simulasi serangan nuklir tersebut ditayangkan di Rusia.

Pada Selasa, Johnson berpidato kepada parlemen Ukraina melalui tautan video dengan memberikan nada optimis pada upaya perang.

“Ukraina akan menang, Ukraina akan bebas,” ujar Johnson.

(kompas.com)

Baca juga: Kemungkinan Penggunaan Rudal Nuklir oleh Rusia Semakin Nyata

Baca juga: Incar Pasokan Senjata Barat, Rusia Bombardir Stasiun Kereta Api Ukraina

Baca juga: Rusia Mulai Serang Ibu Kota Ukraina, Ledakan Bom Kagetkan Kunjungan Sekjen PBB

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved