Kasus

Kabareskrim:  Penyelundup Migor ke Timor Leste Palsukan Dokumen

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menangkap 2 tersangka penyelundupan 8 kontainer yang berisi 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak ...

Editor: Muliadi Gani
KOMPAS.com/ARIA RUSTA YULI PRADANA
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto saat ditemui kompas.com di Pendopo Rumah' Dinas Bupati Blora, Rabu (30/3/2022) 

PROHABA.CO, JAKARTA - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah menangkap 2 tersangka penyelundupan 8 kontainer yang berisi 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng siap ekspor ke Timor Leste.

Para tersangka melakukan aksinya dengan mengelabui petugas Bea Cukai dengan memasukkan barang yang tidak sesuai dengan pos tarif atau HS dan invoice Persetujuan Ekspor Barang (PEB).

Sebab, dalam dokumen izin ekspor 8 kontainer minyak goreng itu tertulis sebagai barang-barang konstruksi bangunan hingga makanan (snack).

Para tersangka menuliskan engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, sika vix tile adhisive, tong besi tutup lebar, snack, styrofoam, sendok bebek plastik, komputer, sparepart mobil aqua.

Baca juga: Polisi Temukan 61,18 Ton Minyak Goreng Ditimbun di Makassar

"Namun isi barang di dalam kontainer adalah minyak goreng dengan merek tersebut," ucap Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dalam keterangan tertulis, Jumat (13/5/2022).

Agus menjelaskan, kedua tersangka berinisial (R) 60 tahun dan (E) 44 tahun.

Mereka diduga berperan sebagai eksportir minyak goreng di tengah berlangsungnya kebijakan larangan ekspor.

Pengungkapan kasus ini, menurut Agus, juga berasal dari adanya laporan warga.

Pasalnya, pemerintah sejak 28 april 2022 telah mengeluarkan larangan ekspor minyak goreng dan crude palm oil (CPO).

Lebih lanjut, Agus menambahkan, sebenarnya ada total 11 kontainer berisikan minyak goreng yang siap diekspor.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan 121,985 Ton Migor ke Timor Leste

Namun, tiga kontainer sudah berada di Timor Leste dan saat ini polisi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai, untuk melakukan penarikan tiga kontainer tersebut.

"Delapan kontainer yang berisikan minyak goreng dengan merek Linse, Tropis, dan Tropical telah diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak," ujar Agus.

Atas perbuatannya, pelaku disangka melanggar Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.

(kompas.com)

Baca juga: Mohamed bin Zayed Terpilih Sebagai Presiden UEA

Baca juga: Ribuan Burung dan Ayam Jago Selundupan Disita di Tamiang

Baca juga: Aprindo Beberkan Penyebab Minimnya Pasokan Minyak Goreng Murah ke Ritel

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved