Rabu, 29 April 2026

SEA GAMES 2022

Atlet Pencak Silat Indonesia Sempat Dirugikan Dalam Penilaian

Riska dan Ririn berhasil menyingkirkan wakil tuan rumah Vietnam Nguyen Thi Thu Ha dan Nguyen Thi Huyen dengan selisih poin yang cukup jauh.

Tayang:
Editor: IKL
dok: NOC Indonesia
Pencak silat ganda putri Indonesia, Riska Hermawan/Ririn Rinasih mengibarkan bendera Merah Putih usai mendapatkan medali emas pada nomor seni di Bac Tu Liem Gymnasium, Vietnam, Rabu (11/5/2022). 

PROHABA.CO, TANGERANG - Tim Pencak Silat Indonesia Kembali ke Tanah Air Hari Ini, Rabu (18/5/2022).

Kepulangan 21 jawara pencak silat tersebut disambut pada Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Pada Sea Games ke-31 Vietnam ini, kontingen Pencak Silat Indonesia gagal mencapai target medali.

Diketahui sebelumnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menargetkan lima medali emas.l dapat dibawa kembali ke tanah air.

Indonesia hanya mampu mengumpulkan satu medali emas, lima medali perak, dan tiga medali perunggu.

Medali emas berhasil diamankan pasangan Riska Hermawan/Ririn Rinasih yang turun di nomor seni ganda putri.

Riska dan Ririn berhasil menyingkirkan wakil tuan rumah Vietnam Nguyen Thi Thu Ha dan Nguyen Thi Huyen dengan selisih poin yang cukup jauh.

Baca juga: PDSI Usul UU Pendidikan Kedokteran Direvisi, IDI: Setuju Selama Bukan untuk Kepentingan Pribadi

Baca juga: Gubernur Aceh Sambut Silaturahmi Komut PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah

Pasangan ganda putri asal Jawa Barat tersebut mencatat perolehan poin sebesar 9.955 sedangkan pasangan ganda Vietnam 9.925 poin.

Saat ditemui pada penyambutan kedatangan kontingen Pencak Silat Indonesia di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Wakil Ketua Umum PB IPSI, Erizal Chaniago mengatakan ada sejumlah faktor yang disinyalir sebagai kecurangan.

Pasalnya, beberapa atlet tanah air yang turun berlaga di Sea Games kali ini kerap mendapatkan ketidaksesuaian poin.

Tak jarang, Erizal menilai keputusan wasit justru tak wajar sehingga merugikan Indonesia secara sepihak.

"Contohnya seperti cara bantingan yang bergendong-gendongan seperti MMA itu diperbolehkan, jadi ciri khas pencak silat itu justru tergerus," ujar Erizal.

Khoirudin Mustakim, atlet pencak silat Indonesia yang turun di nomor laga kelas B putra mengatakan ia dan pelatih sempat heran ketika mendapat pinalti dalam beberapa detik jelang laga usai.

Mustakim melakoni pertandingan penentu dalam final nomor tanding 50-55 Kg menghadapi wakil Malaysia, Muhammad Khairi Adib.

Erizal mengatakan tendangan keras Mustakim yang dilayangkan bukanlah menyasar area terlarang (leher) pesilat Malaysia tersebut.

Pengurangan poin tersebut tak dapat dikejar kembali oleh pesilat asal Klaten, Jawa Tengah tersebut, sehingga medali emas harus direlakan kepada Muhammad Khairi Adib yang sebelumnya ketinggalan poin 50-59.

Pada partai final lainnya, Muhamad Yachser Arafa yang turun di nomor tanding kelas C putra bertemu dengan wakil Singapura, Muhammad Hazim Din.

Yachser yang tampil memukau sejak awal harus didiakualifikasi setelah wasit menilai pukulannya mengarah ke area terlarang (kepala) Hazim Din.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, Hazim Din tak dapat melanjutkan pertandingan final tersebut.

"Jadi yang kena dada, tapi yang dipegang dia malah kepala, jadi Mustatim terkena pinalti, padahal tinggal sekitar lima detik pertandingan selesai," kata Erizal.

Berangkat dari hasil tersebut, Kemenpora dan IPSI akan melakukan evaluasi non-teknis. Erizal mengatakan pihaknya akan meneliti lebih jauh terkait regulasi yang ditetapkan saat ini.

Sekadar informasi, selain satu emas yang ditorehkan lewat seni ganda putri, tim Pencak Silat Indonesia mengantongi, lima medali perak dan tiga perunggu yang terdiri dari:
1. Seni tunggal putri, Puspa Arum Sari
2. Seni beregu putra, Anggi Faisal Mubarok, Asep Yuldan Sani, Nunu Nugraha
3. Tanding kelas B putra (50-55 Kg), Khoirudin Mustakim
4. Tanding kelas C putra (55-56 Kg), Muhamad Yachser Arafa
5. Tanding kelas H putra (80-85 Kg), Ronaldo Neno

Sedangkan tiga medali perunggu dipersembahkan oleh:

1. Tanding kelas J putra (90-95 Kg), Firdhana Wahyu Putra
2. Tanding kelas terbuka putra (95-110 Kg), Tri Juwanda S Bahar
3. Tanding kelas F putri (70-75 Kg), Rahmawati. (M39)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Atlet Pencak Silat Indonesia Sempat Dirugikan Dalam Penilaian,

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved