Berita Aceh Selatan
Nelayan Minta Pemerintah Aceh Bangun Docking Kapal
Nelayan di Kabupaten Aceh Selatan berharap kepada Pemerintah Aceh untuk membangun pangkalan docking kapal di wilayah tersebut
TAPAKTUAN - Nelayan di Kabupaten Aceh Selatan berharap kepada Pemerintah Aceh untuk membangun pangkalan docking kapal di wilayah tersebut.
Pasalnya, selama ini untuk memperbaiki kapal motor, mereka harus ke luar kabupaten bahkan ada yang ke Sibolga, Sumut, yang biaya parkir docking mencapai Rp 3 juta/hari.
"Kami menerima keluhan di lapangan dari Panglima Laot dan nelayan ketiadaan tempat docking.
Selama ini untuk memperbaiki kapal mereka harus ke luar kabupaten bahkan ada yang ke Sibolga, Sumatera Utara.
Harga per hari biaya parkir di atas docking sampai Rp 3 Juta," kata Anggota DPRA, Hendri Yono S.Sos M.Si, Kamis (26/05/222).
Oleh karenanya, Hendri Yono yang juga Ketua DPP Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Provinsi Aceh ini meminta Gubernur Aceh melalui dinas terkait untuk melakukan pembangunan docking kapal motor dengan sistem gendong di Aceh Selatan.
Sebab, menurutnya, banyak pengusaha boat mengeluh karena tidak ada docking yang lengkap di wilayah tersebut.
"Di wilayah Aceh Selatan ada beberapa PPI yang memiliki Kapal Motor 30 GT ke atas.
Baca juga: Terlilit Jaring, Seorang Nelayan Tewas di Pantai Menganti Kebumen
Baca juga: 400 Nelayan Aceh Timur Dibekali Teknik Keselamatan Kerja
Kalau ada kendala dengan sumber pendanaan APBA, kita berharap dicarikan pengusaha yang berminat dan mau berinvestasi.
Sebab secara bisnis sangat menguntungkan dengan sistem kerja sama asal bisa di kelola tanah ataupun aset daerah," sarannya.
Menurut informasi yang diterimanya saat melaksanakan reses ke Aceh Selatan, Kapal Motor yang 30 GT ke atas lebih kurang di Aceh Selatan sudah mencapai 70 buah dan yang di bawah 30 GT lebih kurang sampai 300 buah.
"Kita berharap Pemerintah Aceh bisa segera menindaklanjutinya.
Sebab, bila sudah tersedia pangkalan docking kapal, nelayan tidak perlu lagi jauh-auh ke Provinsi Sumatra Utara untuk memperbaiki kapal tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar," pungkasnya. (tz)
Baca juga: Laut Tamiang Masih Jadi Pintu Masuk Narkoba dari Malaysia, Libatkan Kapal dan Perahu Nelayan
Baca juga: Nelayan Sembunyikan Narkoba di Hutan Bakau
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/prohaba/foto/bank/originals/FOTO-ILUSTRASI-Nelayan-di-Ujong-Blang.jpg)